Deng Kio terkekeh.
“Kalau semua protes dijawab: ‘keputusan tetap di juri’, ya lama-lama peserta takut protes.”
Belum selesai tertawa, tiba-tiba dari meja sebelah terdengar suara khas:
“Kalau begitu bukan lomba cerdas cermat… tapi lomba cepat-cepat terima nasib!”
Baca Juga : Peringati HUT RI, Dinkes Sinjai Gelar Lomba Cerdas Cermat antar Kader Posyandu
Ternyata Daeng La’lang ikut nimbrung sambil membawa pisang goreng.
Semua langsung pecah tertawa.
Daeng La’lang duduk mendekat lalu berkata santai,
“Juri itu bukan cuma harus pintar. Tapi juga harus besar hati.”
Om Haria langsung menunjuk Daeng La’lang.
“Nah! Ini baru komentar berbobot.”
Mas Bro menambahkan,
“Kesalahan itu manusiawi. Tapi keberanian mengakui kesalahan, itu yang luar biasa.”
Deng Kio ikut mengangguk.
“Makanya publik justru apresiasi ketika ada permintaan maaf dan evaluasi.”
Menurut Mas Bro, kejadian itu harus jadi pelajaran penting, terutama dalam dunia pendidikan.
“Karena anak-anak bukan cuma belajar jawaban benar atau salah,” katanya.
“Mereka juga belajar tentang keadilan, sikap bijak, dan menghargai orang lain.”
Daeng La’lang kembali nyeletuk sambil tertawa kecil,
“Kalau Empat Pilar cuma dihafal tapi tidak dipraktikkan, nanti pilarnya berdiri… tapi atapnya roboh!”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
