Logo Harian.news

Mahasiswa Dukung Sikap Guru Besar dan Dosen Unhas Kritik Jokowi

Editor : REDAKSI I Minggu, 04 Februari 2024 09:57
Mahasiswa Kedokteran Hewan Unhas, Kalvin Pongkapadang.
Mahasiswa Kedokteran Hewan Unhas, Kalvin Pongkapadang.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Mahasiswa Kedokteran Hewan Unhas, Kalvin Pongkapadang menaggapi maklumat Rektor Unhas terhadap aksi Forum Guru Besar dan Dosen Unhas menyuarakan keprihatinan atas perkembangan demokrasi di Indonesia menjelang Pemilu, 14 Februari 2024.

Sejumlah guru besar dan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar turut menyampaikan keprihatinan atas perkembangan demokrasi di Indonesia menjelang Pemilu, 14 Februari 2024.

Mereka mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo dan semua pejabat negara agar mengedepankan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial serta rasa nyaman dalam berdemokrasi.

Baca Juga : HUT FK Unhas, Alumni Kedokteran Angkatan 92 Periksa USG dan Bagikan Susu Ibu Hamil Hingga Edukasi Siswa SD

Sebagai mahasiswa Unhas, Kalvin Pongkapadang memberikan tangggapan terhadap maklumat resmi yang dikeluarkan oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dengan Nomor Surat: 05426/UN4.1./HK.05/2024.

Itu disampaikan menanggapi pernyataan sikap akademisi Unhas yang duluan beredar terkait dengan pernyataan sikap Beberapa Guru Besar dan Dosen Unhas mengenai “Menyelamatkan Demokrasi”.

Menurut Kalvin Pongkapadang, kita harus mengakui bahwa peran moral Universitas Hasanuddin sebagai penjaga kebenaran dan keadilan semakin memudar.

Baca Juga : Prof Taruna Ikrar: Indonesia Mampu Bersaing dengan Regulasi Kedokteran Internasional

Saat ini, Universitas Hasanuddin tampaknya lebih fokus pada perannya sebagai sebuah institusi pendidikan daripada sebagai pilar moral yang setia pada rakyat.

Hal ini merupakan perubahan yang memprihatinkan dan menunjukkan bahwa kita perlu melakukan refleksi mendalam tentang identitas dan tujuan sejati dari kampus ini.

“Kami merasa prihatin melihat tindakan yang dilakukan oleh pemerintahan presiden Jokowi saat ini, ketika kita seharusnya bersikap dan berjuang, namun kita memilih untuk diam,” kata Kevin dalam rilis yang dikirim ke harian.news, Minggu (4/2/2024).

Baca Juga : Program Merdeka Belajar, Mahasiswa Teknik Unhas Datangi TPA Antang

Momen pemilu 2024 telah menimbulkan ketidaknyamanan di hati banyak orang, baik alumni maupun anggota Civitas Akademika Universitas Hasanuddin dan juga mahasiswa.

“Oleh karena itu, saya sangat mendukung tindakan beberapa para Guru Besar dan anggota Civitas Akademika, secara spontan menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap proses demokrasi kepada presiden, sambil menjauhkan diri dari campur tangan yang tidak semestinya,” ucapnya.

Namun, sangat disayangkan bahwa dalam momen yang sama, Rektor Universitas Hasanuddin mengeluarkan maklumat yang menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak mewakili Universitas Hasanuddin.

“Sikap tersebut kami anggap sebagai tindakan yang memilukan, terutama karena Universitas yang kita cintai ini tampaknya berusaha menjauhkan diri dari nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpendapat yang seharusnya kita junjung bersama,” tambah dia.

Yang seharusnya kampus menjadi tempat reformasi, di mana gagasan-gagasan baru ditemukan, keyakinan diuji, dan perubahan diinisiasi.

Ini adalah panggilan kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk terus memperjuangkan nilai-nilai reformasi di lingkungan kampus, menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, menghormati keberagaman, dan berkomitmen pada kebenaran dan keadilan.

“Mari kita bersama-sama menjaga semangat reformasi dan mengubah kampus menjadi tempat yang benar-benar mewakili aspirasi dan perjuangan rakyat,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah guru besar dan dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengkritik pemerintahan di bawah naungan Presiden Joko Widodo.

Mereka membacakan pernyataan sikap yang berisikan beberapa poin. Aksi ini dilakukan para guru besar bertemakan ‘UNHAS BERGERAK UNTUK DEMOKRASI’.

Pernyataan sikap yang dihadiri para akademisi kampus merah itu disampaikan langsung di depan gedung Rektorat Unhas Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulsel, pada Jumat (2/2/2024).

Ketua Dewan Kehormatan Unhas Makassar Prof Amran Razak mengatakan, pernyataan sikap ini dibuat agar pemerintah tetap menjaga marwah demokrasi.

“Menjaga demokrasi apalagi kami pelaku dari reformasi, kami tetap menjaga sampai akhir hayat bagaimana reformasi bisa kembali ke jalan yang benar,” ucap Amran kepada wartawan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda