Berbeda dengan Kanada, Meksiko menurunkan Zayu, sosok jaguar yang misterius namun gagah. Dalam sejarah peradaban Mesoamerika, jaguar dianggap sebagai makhluk spiritual yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan kepemimpinan.
Zayu tampil percaya diri mengenakan seragam bernuansa hijau, warna kebanggaan timnas Meksiko yang dijuluki El Tri.
Baca Juga : Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Trio Messi-Mbappe-Haaland Bersaing Ketat
Kehadiran Zayu di puncak promosi Piala Dunia 2026 menjadi penegas betapa sepak bola telah menyatu dengan darah juang dan nyali para pendukungnya.
Clutch: Ambisi Negeri Paman Sam

Clutch the Bald Eagle || (X@MZCmascots)
Baca Juga : Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Ronaldo Bersama Portugal
Tuan rumah dengan jatah stadion terbanyak, AS, menghadirkan Clutch. Maskot ini berwujud elang bondol (bald eagle), burung nasional AS yang sudah melekat sebagai simbol kebebasan dan kekuatan superpower.
FIFA mendesain Clutch dengan gaya yang sangat modern dan energik. Ia menjadi representasi utama dari ambisi tinggi, kerja keras, serta mentalitas tak kenal menyerah yang kerap ditunjukkan atlet-atlet Negeri Paman Sam di panggung dunia.
Lebih dari Sekadar Ikon Promosi
Baca Juga : Akhir Era Neymar: Pensiun Usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sejak maskot pertama lahir di Piala Dunia 1966, karakter ini selalu berhasil menciptakan ikonik nostalgia.
Di edisi 2026, trio ini menyemarakkan sejumlah rekor baru yang dicatat FIFA: partisipasi 48 tim, total 104 pertandingan, penggunaan bola canggih berteknologi sensor Trionda, hingga hadiah uang tunai terbesar sepanjang sejarah.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
