HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), minta Pejabat (Pj) Gubernur Sulsel menjaga kestabilan harga gabah dan jagung di petani.
Wakil ketua DPRD Sulsel Saharuddin mengatakan, masyarakat Sulsel yang tersebar di 24 Kabupaten/Kota mayoritas hidup di sektor pertanian sehingga pihaknya meminta Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura (TPH-Bun), khususnya Pj Gubernur agar bisa menjaga kestabilan harga agar petani tidak merugi.
“Minimal sesuai dengan standar harga eceran tertinggi pemerintah, terkhusus di harga gabah padi dan jagung,” kata Sahar nama karibnya, kepada awak media.
Baca Juga : Laksus Minta Kejati Sulsel Dalami Pengakuan Andi Ina-Syahar Cs di Kasus Bibit Nanas
Kata Sahar, 81 persen warga Sulsel bergantung hidup pada sektor petanian sehingga pemerintah diperlukan untuk peran aktif dalam proses kestabilan tersebut.
Politikus NasDem itu juga mengungkapkan, cara menjaga kestabilan harga salah satunya dengan menyalurkan bibit padi maupun bibit jagung untuk mempercepat pendistribusian ke masyarakat pada musim tanam.
“Musim tanam nanti seperti di bulan April, Mei hingga Agustus harus cepat menyalurkan bibitnya,” katanya.
Baca Juga : Merger Gerindra – NasDem dan Nasib Anies di Pilpres 2029: Peluang atau Jalan Buntu?
“Jangan sampai bibit padi dan jagung baru bisa dikirimkan ke masyarakat setelah orang sudah selesai menanam padi atau jagung,” Lanjutnya.
Tak hanya itu, penambahan kuota subsidi juga memiliki pengaruh besar terhadap kestabilan harga gaba dan jagung di pertanian, dengan menambah stock artinya jumlah pengeluaran untuk membeli pupuk dari petani juga semakin sedikit.
“Kalau petani banyak keluarkan uang, ya mereka pasti rugi, apalagi harga pasaran yang belum tentu, jadi salah satu agar stabil ya dengan menambah jumlah kuota pupuk,” tutupnya.
(NURSINTA)
Baca Juga : Isu Akuisisi NasDem Menguat, Pertemuan Elit di Hambalang Jadi Sorotan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
