Logo Harian.news

Disebut Mengaspal Tanpa Izin, Begini Klarifikasi Maxride soal Bajaj di Makassar

Editor : Rasdianah Sabtu, 16 Maret 2024 13:41
Head of Maxride, Co Founder Maxride Indonesia Ahmad Hidayat. Foto: dok
Head of Maxride, Co Founder Maxride Indonesia Ahmad Hidayat. Foto: dok

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Head of Maxride, Co Founder Maxride Indonesia Ahmad Hidayat mengklarifikasi perizinan Bajaj online yang dianggap belum memenuhi syarat beroperasi di Kota Makassar.

Saat dikonfirmasi harian.news, Ahmad sapaanya menyampaikan jika pihaknya saat ini telah mengantongi sejumlah berkas terkait perizinan berkendara di Kota Makassar.

“Kami sudah kantonngi syaratnya. Sebagai syarat utama operasional tentunya Bajaj telah melengkapi berbagai perizinan untuk bisa beroperasinya sebuah unit kendaraan di jalan raya yaitu antara lain Sertifikat Uji Tipe, Sertifikat Registrasi Uji Tipe dari Kementrian Perhubungan, Rekomendasi dari Korlantas dan Nilai Jual Kendaraan Bermotor dari Kementrian Dalam Negeri dan pengurusan Surat Tanda Kendaraan Bermotor,” jelasnya, Jumat (15/3/2024) kemarin.

Baca Juga : Bajaj Maxride Kembangkan Layanan Transportasi dan Pariwisata di Kabupaten Gowa

Menurutnya pengoperasian Bajaj di Makassar sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Ia juga menyampaikan jika pihaknya masih melihat kondisi ke depannya terkait masalah administrasi.

“Kalau misal ada yang dibutuhkan untuk dilengkapi di pemerintah kota Makassar maka kami akan penuhi sesuai dengang prosedur yang ada,” bebernya.

Diketahui, Bajaj RE hadir dan disosialisasikan kepada pengguna Bentor, Petepete dan angkutan online di Makassar sejak Agustus 2023.

Baca Juga : Maxride Tawarkan Program Juragan Bajaj, Peluang Bisnis Menjanjikan di Makassar

Sosialisasi juga dilakukan kepada Dinas Transportasi Kota Makassar dan Provinsi Sulsel, Dirlantas Polda Sulsel, dan stakeholder lain dipemerintahan.

Maxride selanjutnya hadir di Makassar dan beroperasi di awal November, aplikasi ini resmi didirikan dan dibangun oleh talenta Makassar dengan dukungan Bajaj Auto.

“Aplikasi transportasi online di awal bertujuan untuk mendukung Bajaj RE sebagai transpostasi online di Makassar. Bisa dikatakan bahwa Maxride adalah aplikasi karya anak Makassar,” tutur Ahmad.

Baca Juga : Kelompok Perempuan Dominasi Pengguna Maxride di Makassar, Ini Alasan Mereka Betah!

Tak hanya itu, Ia juga menjelasnkan jika Bajaj RE 4S didesain sebagai kendaraan penumpang yang aman, berkapasitas luas, rendah emisi, dan ramah lingkungan karena menggunakan teknologi DTSi dengan pembakaran lebih baik, rendah polusi, dan mampu menghemat bahan bakar hingga 40%.

Dengan keunggulan yang dimiliki Bajaj, sehingga Maxride ingin menghadirkan alternatif pemesanan online dengan menggunakan moda roda 3 Bajaj RE sebagai transportasi yang aman, berkapasitas luas, dengan tarif yang terjangkau.

“Sehingga bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin bepergian dengan 2-3 orang dengan tarif lebih terjangkau dengan moda transportasi lainnya,” bebernya.

Baca Juga : Maxride Makin Hits di Makassar: Kini Lebih Mudah dengan Fitur E-Wallet

Dari sisi pengguna lanjut Ahmad, layanan ini juga sangat diminati dengan pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah lebih 90.000 downloader dan ribuan order per harinya hingga akhir Februari.

Fokus strategi saat ini dengan terus menambah unit yang beroperasi untuk memudahkan pemesanan, mempertahankan kenyamanan, keamananan, kapasitas yang luas dan harga yang terjangkau dibanding transportasi lainnya apalagi di saat musim hujan seperti ini.

“Dengan begitu, hingga kini kami mengakumulasi jumlah Bajaj yang baru beroperasi sudah sekitar 200-an mitra driver,” ujar Ahmad.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : GITA OKTAVIOLA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda