HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar. Berkesempatan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, 14 Oktober 2025.
Kunjungan Kepala BPOM Taruna Ikrar ke RSPPN tersebut dalam rangka misi pihaknya untuk memperkuat sistem kedaulatan obat nasional, serta memastikan fasilitas kesehatan negara khususnya yang berada di bawah jaringan pertahanan memiliki tata kelola farmasi yang aman.
Baca Juga : Taruna Ikrar Paparkan Konsep World Class University dan ABG kepada Gubernur URI Donny Ermawan
Kedatangan Taruna Ikrar bersama rekan-rekannya di BPOM memastikan Instalasi Farmasi menjadi garda terdepan pengawasan obat.
Pihaknya mengajak fasilitas kesehatan untuk dapat aktif mengawal mutu obat dan pangan dalam mendukung program prioritas nasional.
Diketahui, sosok Taruna Ikrar cukup banyak berperan dalam mengawasi obat dan pangan di Tanah Air. Ia resmi menjabat sebagai Kepala BPOM sejak 19 Agustus 2024 lalu, saat masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Baca Juga : Presiden Prabowo Apresiasi Taruna Ikrar Usai BPOM Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Dunia
Taruna dilantik Jokowi di Istana Negara Jakarta, menggantikan kepala BPOM sebelumnya Penny Lukito, berdasarkan Keppres Nomor 115/PPA Tahun 2024.
Sosok yang menjadi pemimpin BPOM tersebut memiliki latar belakang sebagai dokter dan Ilmuan di bidang farmasi, jantung dan syaraf.
Ia tercatat pernah menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, lulusan sarjana kedokteran pada tahun 1994.
Baca Juga : Taruna Ikrar Dorong Unpad Perkuat Kolaborasi ABG untuk Hilirisasi Riset dan Inovasi Farmasi
Di tahun 1997 sosok tersebut mengantongi gelar dokter dari universitas yang sama, Unhas, Makassar.
Tidak berhenti di situ, Taruna pun kembali melanjutkan pendidikan magister di bidang farmasi di Universitas Indonesia hingga sukses memperoleh gelar M.Pharm, pada tahun 2003.
Mendapat kepercayaan untuk memimpin BPOM, Taruna menekankan terkait pentinya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, khususnya dengan makin kompleksnya tantangan serta tuntutan tugas di bidang pengawasan obat dan makanan. Dalam penuturannya, ia pun menegaskan menyebut bahwa pihaknya adalah pelayan masyarakat.
Baca Juga : BPOM Jadi Pionir Kementerian/Lembaga Raih Predikat PKP-BJ Level Proaktif
“Kita semua adalah pelayan masyarakat,” ungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar, 4 Juli 2025 lalu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
