Logo Harian.news

Menteri Pigai: Konflik Papua Butuh Keputusan Politik Tingkat Nasional

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 12 Mei 2026 20:27
Menteri HAM Natalius Pigai  (dok_kemenham)
Menteri HAM Natalius Pigai (dok_kemenham)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa penyelesaian konflik Papua memerlukan keputusan politik tingkat nasional dan pendekatan menyeluruh yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Pernyataan ini disampaikan Pigai menanggapi eskalasi kekerasan yang terus meningkat di Tanah Papua.

Data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat setidaknya 97 peristiwa kekerasan dan konflik bersenjata terjadi di Papua sepanjang 2025. Tren mengkhawatirkan ini berlanjut dengan 26 kasus tercatat hingga April 2026.

Baca Juga : Audiens Bersama Komnas HAM ; HMI Sulsel Dorong Komitmen Diseminasi HAM Antar Lembaga Negara Menuju Revisi UU HAM

Pigai menyoroti peningkatan tajam eskalasi kekerasan dalam waktu singkat. Dalam hampir sebulan terakhir, tidak kurang dari 20 orang meninggal dunia dalam lima peristiwa berbeda di Dogiyai, Yahukimo, Puncak Papua, Timika, dan Tembagapura.

“Berdasarkan catatan domestik maupun internasional menunjukkan adanya peningkatan eskalasi yang serius,” ujar Pigai dalam siaran pers Kementerian HAM, Selasa (12/5/2026).

Menteri HAM menilai situasi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Eskalasi kekerasan di Papua berpotensi memperburuk persepsi global terhadap kondisi HAM di Indonesia jika tidak segera ditangani secara komprehensif.

Baca Juga : Celios Rilis 5 Menteri Rapor Merah, Ada Natalius Pigai hingga Bahlil

Pigai menyadari bahwa setiap peristiwa kekerasan di Papua saat ini dengan cepat diketahui publik. Perkembangan teknologi informasi telah membuat arus informasi semakin terbuka dan sulit dibatasi.

“Dokumentasi luas atas berbagai peristiwa kekerasan di Papua menjadi perhatian publik, baik tingkat nasional maupun internasional. Setiap tindakan kekerasan harus dicegah dan tidak boleh terjadi,” tegas Pigai.

Menurut Pigai, pendekatan penanganan kasus per kasus yang selama ini dilakukan pemerintah dan lembaga seperti Komnas HAM terbukti belum cukup untuk menghentikan akar persoalan yang memicu konflik berkepanjangan.

Baca Juga : Natalius Pigai Disemprot Anggota DPR, Siti Aisyah: Saya Tidak Pernah Lihat Bapak Bekerja!

“Penyelesaian konflik Papua membutuhkan keputusan bersama yang melibatkan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, partai politik, hingga tokoh-tokoh nasional,” kata Pigai.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda