HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M di Masjid Nurul Muhammad berlangsung khidmat dan penuh makna.
Acara yang dimulai setelah shalat Isya ini dihadiri oleh masyarakat setempat yang antusias untuk memperingati peristiwa agung dalam sejarah Islam.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Dra. Hasnah, seorang qori nasional yang menyuguhkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan.
Baca Juga : Menghidupkan Nilai Isra Miraj di Era Digital: Refleksi Iman di Tengah Arus Teknologi
Bacaan ini membawa suasana masjid menjadi tenang dan mengundang rasa khusyuk dari seluruh jamaah.
Setelah pembacaan Kalam Ilahi, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pembina Yayasan Masjid Nurul Muhammad, Drs. H. Abidin Ranreng, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang hadir dan mengingatkan pentingnya menjadikan Isra Mi’raj sebagai momentum untuk memperkuat iman dan mempererat hubungan antarwarga.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan santri TPA Nurul Muhammad dan kelompok qasidah dari Majelis Taklim Nurul Muhammad. Lantunan shalawat dan lagu-lagu Islami yang mereka sajikan menciptakan suasana penuh semangat sekaligus menambah kehangatan kebersamaan jamaah.
Baca Juga : Peringatan Isra Miraj di Masjid Babussalam: Menggali Hikmah Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW
Puncak acara adalah uraian hikmah Isra Mi’raj yang disampaikan oleh Dr. KH. Maskur Yusuf, S.Ag., M.Ag., Ketua Lembaga Kajian Islam Aswaja Universitas Islam Makassar Al-Gazali.
Dalam ceramahnya, menjelaskan makna mendalam dari peristiwa Isra Mi’raj, terutama tentang kewajiban shalat lima waktu yang menjadi pilar utama dalam agama Islam.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga kualitas shalat dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT. Semoga hikmah dari peristiwa ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Baca Juga : Isra’ Mi’raj: Peristiwa Agung yang Sarat Hikmah
Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan santap hidangan yang telah disediakan oleh panitia. Tradisi ini mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan yang telah menjadi budaya masyarakat sekitar Masjid Nurul Muhammad.
PENULIS: SRI ASNI HARIANI AS
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
