Logo Harian.news

Mewujudkan Pendidikan Berkarakter, Bupati Jeneponto Buka Seminar Integrasi Moderasi Beragama

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 08 Desember 2025 19:55
Bupati Jeneponto Paris Yasir saat membuka Seminar Pendidikan di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto ||Ist_aswin@harian.news
Bupati Jeneponto Paris Yasir saat membuka Seminar Pendidikan di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto ||[email protected]

HARIAN.NEWS, JENEPONTO — Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE, MM, secara resmi membuka seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jeneponto dengan tema “Menenun Nilai, Merajut Cinta, Integrasi Moderasi Beragama, Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka.” Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto pada Senin (8/12).

Seminar tersebut menghadirkan para pendidik, kepala sekolah madrasah, pengawas, penyuluh agama, akademisi, serta pemerhati pendidikan di Kabupaten Jeneponto. Acara ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui pendekatan humanis, moderatif, dan berorientasi pada karakter.

Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa pendidikan—baik formal maupun berbasis keagamaan—merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Ia menilai tema yang diangkat Kemenag sangat relevan dengan kebutuhan zaman, terutama dalam menghadirkan generasi yang berkarakter kuat, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta keberagaman.

Baca Juga : Bupati Jeneponto Komitmen Perbaiki Layanan Kesehatan Setelah Aksi BPJS

“Kurikulum bukan sekadar memindahkan ilmu dari guru ke peserta didik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menanamkan nilai cinta, moderasi, dan kebijaksanaan. Dengan pendekatan berbasis cinta dan pembelajaran mendalam, kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman,” ujar Bupati.

Seminar Kemenag ini juga menyoroti pentingnya integrasi moderasi beragama dalam proses pembelajaran. Para narasumber menekankan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi guru dan pengajar madrasah untuk menyusun pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, serta mampu menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui sinergi program, pelatihan, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik dan tenaga keagamaan.

Baca Juga : Bupati Jeneponto Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah strategis yang dapat diimplementasikan pada satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag maupun sekolah umum, demi memperkuat praktik pembelajaran yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : MUH. ASWIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda