Logo Harian.news

Niat, Cara dan Keutamaan Puasa Arafah

Editor : Gita Jumat, 08 Juli 2022 21:03
Jamaah haji. (Dok. Ist)
Jamaah haji. (Dok. Ist)

HARIANEWS.COM – Bagi Umat Islam dianjurkan melakukan Puasa Arafah sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Yaitu, pada 9 Dzulhijah kalender Islam Qamariyah/Hijriah.

Puasa ini sangat dianjurkan bagai kaum kaum muslimin. Terutama bagi yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Tahun ini 2022, pelaksanaan Idul Adha ada yang melaksanakan pada Sabtu 9 Juli dan Minggu 10 Juli. Artinya puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelum yang melaksanakan Shalat Idul Adha.

Baca Juga : Pendeta Gilbert Lumoindong Kembali Dilaporkan

NIAT PUASA ARAFAH

Seperti puasa pada umumnya, kita bisa melafalkan niat Puasa Arafah di malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa ini. Kita bisa melafalkan niat Puasa Arafah setelah Salat Isya ataupun sebelum tidur.

Dan berikut ini adalah bacaan niat Puasa Arafah:

Baca Juga : Penggunaan SPKLU di Sulselrabar Naik Tiga Kali Lipat Selama Periode Mudik Lebaran

Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta’aala

Artinya, “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala“.

Namun, bagaimana jika lupa melafalkan niat puasa Arafah pada malam hari?

Baca Juga : Arus Balik, Pelindo Regional 4 Catat 5 Pelabuhan Terpadat di KTI: Makassar Tertinggi Pertama

Tak perlu khawatir, karena puasa Arafah bukanlah puasa wajib, maka kita tetap diperbolehkan mengucapkan niat tersebut di subuh hari. Tentunya dengan catatan kita tidak melakukan hal yang membatalkan puasa, seperti makan, minum dan lainnya.

TATA CARA PUASA ARAFAH

Sedangkan terkait tata cara Puasa Arafah, secara umum pelaksanaannya sama dengan puasa pada umumnya. Rukunnya pun tidak beda dengan puasa sunah lainnya. Puasa ini dimulai dengan niat puasa Arafah, dan tetap disunahkan untuk makan sahur sebelumnya. Setelah terbit fajar, maka kita sudah diharuskan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba.

Baca Juga : 3 Cara Mudah Merawat Sistem Pengereman Motor Usai Perjalanan Mudik Lebaran

Salah satu amalan utama di awal Dzulhijjah adalah puasa Arafah, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan seorang muslim pun. Puasa ini dilaksanakan bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.

KEUTAMAAN PUASA ARAFAH

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 428) berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Ibnu Muflih dalam Al Furu’ -yang merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, “Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124).

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berselisih pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Sedangkan jika melihat dari penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500).

Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yang penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan pada keluarga dan saudara kita yang lain, itu lebih baik. Biar kita dapat pahala, juga dapat pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik.

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih).

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).

Artikel ini diolah dari berbagai sumber, salahsatunya di muslim.or.id.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943
Penulis : Redaksi

Follow Social Media Kami

KomentarAnda