Oleh : Dr. Hj. Sukmawati, SKM., M.Kes,
Suriani Rauf, S.SIT., M.Si, dan
Dr. Sirajuddin, SP., M.Kes
(Tim Pengabdi Poltekkes Makassar)
HARIAN.NEWS – Upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat terus diperkuat melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi tinggi.
Baca Juga : Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu dalam Edukasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Kelurahan Laikang
Pada 5 Mei 2026, Tim Pengabdi dari Poltekkes Makassar, yang terdiri dari Dr. Hj. Sukmawati, SKM., M.Kes, Suriani Rauf, S.SIT., M.Si, dan Dr. Sirajuddin, SP., M.Kes melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan tepung beras dan tepung daun kelor dalam pembuatan kerupuk gurih di RT 01 RW 05 Kelurahan Katimbang.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 kader Posyandu yang merupakan perwakilan dari empat Posyandu di wilayah tersebut. Hadir pula penanggung jawab program gizi Puskesmas Paccerakkang, Nurwati, serta Ketua RT setempat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi cemilan sehat yang bernilai gizi tinggi.
Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan masalah balita stunting serta kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil.
Daun kelor dipilih karena dikenal kaya nutrisi, mengandung protein, vitamin A, vitamin B, kalsium, zat besi, folat, hingga omega-3. Selain nilai gizinya, kelor juga memiliki manfaat kesehatan lain seperti antioksidan, antiinflamasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Dalam pelatihan tersebut, peserta menerima materi seputar kandungan gizi daun kelor, proses pembuatan tepung daun kelor, hingga praktik langsung membuat kerupuk gurih berbahan dasar tepung beras dan tepung kelor.
“Seluruh peserta sangat antusias dan aktif selama pelatihan berlangsung. Diharapkan keterampilan ini dapat diteruskan kepada ibu balita di masing-masing wilayah Posyandu,” ujar tim pengabdi.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, setiap Posyandu juga diberikan bahan dan peralatan pendukung untuk praktik lanjutan di wilayah kerja masing-masing.
Program ini diharapkan mampu memperluas manfaat hingga ke keluarga balita dan ibu hamil secara langsung.
Selain mendukung kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan berbasis produk kerupuk gurih daun kelor, yang berpotensi meningkatkan ekonomi keluarga di Kelurahan Katimbang.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta mampu memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai solusi kesehatan dan ekonomi berkelanjutan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
