Kolaborasi dengan FBI, Polri Ungkap Jaringan Penipuan Online Internasional
HARIAN.NEWS,JAKARTA– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan giginya dalam memberantas kejahatan siber. Badan Reserse Kriminal Polri berhasil mengungkap sindikat penipuan online (phishing) bermodus penjualan tools palsu yang beroperasi lintas negara. Tak main-main, aset yang disita mencapai Rp 4,5 miliar, meliputi rumah mewah, kendaraan, hingga perangkat elektronik canggih.
Baca Juga : Wajah yang Dicuri Dari Kebenaran
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang digital tanah air.
“Ini menunjukkan kejahatan siber memiliki dampak luas dan lintas negara. Polri akan terus menindak tegas dan memperkuat kerja sama internasional,” tegas Johnny di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Dua Tersangka Diamankan di Kupang
Baca Juga : Bukan dari Indonesia! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Hoaks
Operasi ini membuahkan hasil dengan ditangkapnya dua tersangka berinisial GWL dan FYTP di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Keduanya diduga kuat sebagai otak di balik jaringan penipuan online yang menjangkau korban di dalam dan luar negeri.
Kasus ini bermula dari patroli siber rutin yang dilakukan Polri. Tim cyber detective menemukan situs mencurigakan yang menjual script phishing. Penelusuran mendalam mengarah ke situs w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi tools ilegal melalui bot Telegram.
Modus Canggih: Curi Data Tanpa OTP
Baca Juga : Kasus Air Keras Aktivis KontraS, 4 Terduga dari BAIS TNI Ditangkap
Johnny membeberkan, tools yang dikembangkan sindikat ini memiliki kemampuan menakutkan. Tools tersebut terbukti dapat digunakan untuk mencuri kredensial korban dan mengambil alih akun secara ilegal.
“Tools ini bekerja menyedot data saat korban memasukkan username dan password. Bahkan mampu mengambil session login tanpa perlu OTP,” paparnya dengan nada serius.
Modus operandi yang digunakan pun semakin canggih. Awalnya transaksi dilakukan melalui situs web, namun kemudian beralih ke platform Telegram dengan sistem pembayaran menggunakan cryptocurrency untuk mempersulit pelacakan.
Baca Juga : Viral Mukena Pink: Warganet Buru Link Asli, Ternyata Hanya Ilusi Digital
Kolaborasi Internasional dengan FBI
Pengungkapan jaringan kriminal ini tidak dilakukan sendirian. Polri menjalin kerja sama erat dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat. Kolaborasi ini bertujuan mengidentifikasi korban di Negeri Paman Sam dan menelusuri jaringan pengguna tools phishing tersebut.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

