1.000 Dapur Bermasalah Ditertibkan
Dalam implementasinya, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Prabowo mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penertiban terhadap lebih dari 1.000 dapur yang bermasalah dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Baca Juga : Aksi Bersih-Bersih Kepala BGN Sudaryono
“Memang masih ada kekurangan di sana-sini. Kami sudah menertibkan lebih dari seribu dapur yang bermasalah. Ini proses pembelajaran yang harus terus kita perbaiki,” kata Prabowo.
Penertiban tersebut meliputi aspek higienitas, kualitas bahan pangan, manajemen dapur, hingga ketepatan distribusi. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat agar program berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Pendanaan dari Efisiensi Anggaran, Bukan Utang
Baca Juga : Kasus Dugaan Keracunan MBG Lagi
Menanggapi berbagai pertanyaan terkait sumber pendanaan, Prabowo memastikan bahwa program makan bergizi gratis dibiayai dari hasil efisiensi anggaran negara, bukan dari penambahan utang baru.
“Ini penting saya tegaskan. Kita tidak berutang untuk program ini. Dana berasal dari efisiensi APBD dan APBN. Kita pangkas pos-pos yang tidak prioritas, alihkan untuk rakyat,” jelas Prabowo.
Presiden menilai, kebijakan ini merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan rakyat. Dengan dana yang sebelumnya berpotensi bocor atau tidak tepat sasaran, kini dialihkan langsung untuk konsumsi masyarakat.
Baca Juga : Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari Ungkap Pesan KPK
Manfaat Ekonomi Dirasakan Langsung
Prabowo menekankan bahwa program makan bergizi gratis dirancang agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh segelintir pihak.
“Uang berputar di masyarakat. Petani jual hasil panen, peternak jual telur dan daging, ibu-ibu dapat pekerjaan di dapur. Ini ekonomi riil yang kita gerakkan,” urai Prabowo.
Baca Juga : MBG Libur Sekolah! 27.820 SPPG Tak Dapat Insentif
Mekanisme program yang melibatkan pelaku usaha lokal, koperasi, dan UMKM diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
