HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Penjabat (PJ) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Fadjry Djufry, menegaskan bahwa banjir yang melanda beberapa daerah di Sulsel harus ditangani dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Hal ini disampaikan saat ia turun langsung meninjau kondisi warga terdampak banjir di Makassar, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga : Bupati Pati Ditangkap KPK saat Warganya Hadapi Musibah Banjir
Diketahui saat ini ada 580 kepala keluarga dengan total 2.164 jiwa yang terdampak, tersebar di empat kecamatan dan lima kelurahan.
BPBD Makassar mencatat ada 24 titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Manggala, Biringkanaya, Tamalate, dan Tamalanrea. Kecamatan Manggala menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak.
Selain Makassar, banjir juga berdampak di Maros, Gowa, dan Pangkep, menyebabkan ribuan warga mengungsi. Pemprov Sulsel bersama pemerintah daerah setempat telah bergerak cepat untuk menangani kondisi darurat dan memastikan bantuan tersalurkan.
Baca Juga : Wali Kota Appi Minta Penanganan Banjir Dituntaskan Timur Kota
“Ini harus menjadi pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir. Tidak bisa dibiarkan setiap tahun Sulawesi Selatan kebanjiran di bulan Desember hingga Januari. Kita akan mencari solusi permanen agar bencana ini tidak berulang,” ujar Fadjry Djufry.
Solusi Jangka Panjang untuk Cegah Banjir
Pemprov Sulsel akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk mencari solusi jangka panjang. Beberapa langkah yang tengah dikaji antara lain, Revitalisasi dan normalisasi sungai untuk meningkatkan kapasitas tampungan air.
“Pembangunan infrastruktur pengendali banjir, seperti bendungan dan tanggul, Penguatan sistem drainase perkotaan untuk mengurangi genangan di daerah rawan. Dan Reforestasi daerah hulu guna mencegah erosi dan sedimentasi sungai,” jelasnya.
Baca Juga : Banjir Perbatasan Makassar-Maros, Wali Kota Turun Langsung Meninjau
Pemprov juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mitigasi bencana dengan menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta tidak membangun di kawasan rawan banjir.
“Kami ingin ada langkah konkret agar setiap tahun kita tidak hanya merespons banjir, tetapi juga mencegahnya sejak dini,” tambah Fadjry.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Sulsel terus memberikan bantuan bagi warga terdampak, termasuk layanan medis dan distribusi logistik.
Baca Juga : Warga Terdampak Banjir akan Dapat Alat Olahraga dari Erick Thohir
Pemprov Sulsel memastikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat guna mengatasi dampak banjir dan mencari solusi agar bencana ini tidak terus berulang di masa mendatang.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

