Logo Harian.news

Profil Jumhur Hidayat: Aktivis ITB yang Pernah Dipenjara, Kini Menteri Lingkungan Hidup

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 28 April 2026 10:24
Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat saat berorasi di panggung Global Peace Convoy Indonesia. Pada Senin, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam Reshufle Kabinet ( doc:X@RoedyHaBiDa)
Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat saat berorasi di panggung Global Peace Convoy Indonesia. Pada Senin, 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam Reshufle Kabinet ( doc:X@RoedyHaBiDa)
APERSI

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet, pada Senin (27/4/2026).

Nama Jumhur langsung mencuri perhatian. Bukan tanpa alasan. Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 ini adalah aktivis mahasiswa tulen yang pernah mendekam di penjara karena aksinya menolak Menteri Dalam Negeri Orde Baru, Rudini, di kampus ITB tahun 1989.

Baca Juga : Reshuffle Kelima Prabowo: 6 Jabatan Strategis Berganti

Bagaimana rekam jejak pendidikan dan intelektual sosok yang menggantikan Hanif Faisol ini? Berikut ulasannya.

Pendidikan yang Berpindah-pindah

Jumhur Hidayat memiliki riwayat pendidikan yang tidak biasa. Mengikuti penugasan orang tuanya, ia berpindah-pindah sekolah.

Baca Juga : Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Baru dalam Reshuffle Kabinet

– SD: SD Negeri Menteng 02 Pagi, Jakarta Pusat (1974–1980)
– SMP: SMP Negeri 1 Cikini, Jakarta, lalu pindah ke SMP Negeri 1 Denpasar, Bali
– SMA: SMA Negeri 1 Denpasar, kemudian menuntaskan di SMA Negeri 3 Bandung

SMA Negeri 3 Bandung dikenal sebagai sekolah pencetak tokoh besar nasional. Di sanalah jiwa kritis Jumhur mulai terasah.

Kampus ITB dan Penjara 1989

Baca Juga : Dag Dig Dug Reshuffle Kabinet

Jumhur melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB), mengambil jurusan Teknik Fisika. Namun, aktivitas pergerakannya membuat namanya tercatat dalam sejarah perlawanan mahasiswa.

Saat mahasiswa ITB, ia ikut menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini ke kampus pada 1989. Akibat aksi itu, ia ditangkap dan dipenjara. Masa studinya pun terhambat.

Lulus Teknik Fisika Unas, Lanjut S2 Sosiologi UI

Baca Juga : Jokowi Respons Isu Bahlil Bakal Jadi Menteri ESDM: Kata Siapa?

Setelah bebas, semangat akademisnya tidak padam. Jumhur melanjutkan studi Teknik Fisika di Universitas Nasional (Unas) dan lulus pada 1996.

Ia tidak berhenti di situ. Jumhur kemudian memperluas cakrawala ke humaniora dengan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Sosiologi dari Universitas Indonesia (UI).

Perpaduan ilmu teknik (logis dan sistematis) dan sosiologi (humanis dan kritis) menjadi karakter intelektualnya yang unik. Kombinasi ini dinilai sangat relevan untuk mengelola kebijakan lingkungan yang membutuhkan data teknis sekaligus kepekaan sosial.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda