Logo Harian.news

Ramai di X, Kepsek Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswinya

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 15 Mei 2026 23:50
Ramai di X, Kepsek Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswinya (ilustrasi_doc:alodokter)
Ramai di X, Kepsek Pamulang Diduga Lakukan Child Grooming ke Siswinya (ilustrasi_doc:alodokter)

“Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah-langkah responsif. Penonaktifan jabatan demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi,” tulis pihak sekolah.

Yayasan juga menyatakan telah membentuk tim khusus untuk mendalami fakta-fakta dugaan tersebut. Proses pemeriksaan internal dilakukan secara independen dan berpegang pada asas keadilan.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga : Dapat Kunjungan TP PKK Makassar, Wawali Tangsel Kenang saat di Makassar: Kuliner Enak-enak

Apa Itu Child Grooming?

Kasus ini sekaligus menyedot perhatian publik pada praktik child grooming. Lembaga Komnas Perempuan menjelaskan bahwa child grooming adalah salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yang menyasar anak, terutama perempuan.

Ciri khas praktik ini adalah adanya relasi kuasa yang timpang. Pelaku biasanya memiliki posisi otoritas, status sosial, atau usia yang lebih tua dibanding korban. Dalam kasus ini, kepala sekolah vs siswi.

Baca Juga : Pergunu Tangsel diharapkan Bawa Berkah dan Kemajuan Bagi Pendidik di Tangerang Selatan

Tahapan Grooming yang Perlu Diwaspadai

Berikut pola umum child grooming menurut para ahli:

Tahap Deskripsi
1. Membangun kedekatan Pelaku memposisikan diri sebagai pendengar, sosok yang peduli dan bisa diandalkan
2. Memberi perhatian berlebih Hadiah, pujian, validasi emosional, dan perlakuan istimewa
3. Normalisasi perilaku seksual Pelaku mulai memasukkan topik atau sentuhan yang mengarah ke seksualitas
4. Isolasi korban Meminta korban merahasiakan hubungan, menjauhkan dari teman atau keluarga
5. Manipulasi & ancaman Jika korban mulai menolak, pelaku bisa menggunakan rasa bersalah, ancaman, hingga pemerasan seksual

 

Pentingnya Kesiapsiagaan Sekolah dan Orang Tua

Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh institusi pendidikan di Indonesia. Sekolah yang seharusnya menjadi benteng perlindungan anak, justru bisa menjadi lokasi kejahatan jika pengawasan longgar.

Orang tua juga diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, serta membangun komunikasi terbuka agar anak berani bercerita jika mengalami hal yang tidak nyaman.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda