Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG yang merupakan salah satu janji kampanye utama Prabowo-Gibran.
Sinyal Reformasi Birokrasi
Baca Juga : Profil Nanik Sudaryati Deyang, Wartawan Senior Jadi Kepala BGN
Rotasi besar di BGN dan pengangkatan Said Iqbal sebagai penasihat presiden mengirim sinyal kuat tentang arah pemerintahan Prabowo: reformasi birokrasi yang inklusif dan responsif.
Penggantian Kepala BGN hanya berselang beberapa hari setelah Dadan Hindayana dicopot menunjukkan bahwa Prabowo tidak ragu melakukan perubahan cepat jika evaluasi menunjukkan adanya masalah. Ini adalah pendekatan yang berbeda dari pemerintahan sebelumnya yang cenderung lebih lambat dalam melakukan rotasi.
Sementara itu, pengangkatan tokoh buruh seperti Said Iqbal menunjukkan komitmen Prabowo untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan strategis.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Dashboard MBG Terbuka, Guru Bisa Lapor Menu Bosen
Tantangan ke Depan
Pimpinan baru BGN menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Program MBG telah berjalan beberapa bulan, namun berbagai kendala masih muncul di lapangan: mulai dari distribusi yang tidak merata, kualitas makanan yang bervariasi, hingga koordinasi dengan sekolah-sekolah yang belum optimal.
Keberhasilan Nanik Deyang dan timnya dalam membenahi tata kelola akan menjadi ujian nyata bagi pemerintahan Prabowo dalam memenuhi janji-janji kampanyenya. Masyarakat menanti bukti konkret, bukan sekadar pergantian wajah di pucuk pimpinan.
Baca Juga : Saat Prabowo Bertanya pada Buruh Apakah MBG Bermanfaat
Dengan kepemimpinan baru yang membawa pendekatan segar, ada harapan bahwa BGN akan lebih efektif menjalankan misinya. Kombinasi antara pengalaman Nanik, perspektif militer Trenggono dalam hal logistik dan disiplin, serta pemahaman Agustina tentang tata kelola yang baik, bisa menjadi formula tepat untuk memperbaiki program MBG.
Yang tidak kalah penting adalah kehadiran Said Iqbal sebagai penasihat presiden di bidang ketenagakerjaan. Ini bisa menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi pekerja, menciptakan harmoni yang selama ini mungkin kurang terjalin.
Indonesia menanti. Anak-anak bangsa menanti gizi yang layak. Dan BGN baru harus membuktikan bahwa mereka mampu menjawab tantangan tersebut.***
Baca Juga : Kepala BGN Dadan Hindayana Panen Kritik
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
