Logo Harian.news

Seberapa Besar Singapura Bergantung pada Gas Indonesia? 

Editor : Redaksi II Minggu, 25 Oktober 2026 12:34
Ilustrasi. Indonesia memutuskan untuk memangkas kuota ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10). (iStockphoto/efired)
Ilustrasi. Indonesia memutuskan untuk memangkas kuota ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10). (iStockphoto/efired)

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Baca Juga : SKK Migas: RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Indonesia memutuskan untuk memangkas kuota ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026). Singapura pun merespons dan mengatakan bahwa pemotongan itu kurang dari 2 persen kebutuhan Singapura atas Indonesia.

 

Seberapa besar Singapura bergantung pada impor gas di negara tersebut? Pemangkasan pasokan dari Indonesia menjadi perhatian karena gas alam berperan besar dalam sistem kelistrikan Singapura.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Sekitar 95 persen listrik di negara tersebut dihasilkan menggunakan gas alam, dikutip dari Straits Times. Singapura memperoleh pasokan gas melalui jaringan pipa dari Indonesia dan Malaysia, serta impor LNG yang dikirim dari berbagai pemasok internasional.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Baca Juga : Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026

Pada 2025, gas alam yang dikirim melalui pipa menyumbang 43 persen dari total impor gas Singapura. Sementara itu, LNG menyumbang 57 persen sisanya.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong sebelumnya telah memperingatkan bahwa peningkatan kebutuhan gas alam di Indonesia dapat memengaruhi kemampuan Jakarta memasok gas ke negara lain.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Dalam jawaban di parlemen pada September 2025, Gan mengatakan kontrak impor gas Singapura dengan Indonesia dijadwalkan berakhir pada akhir 2028. Gan, yang juga menjabat Menteri Perdagangan dan Perindustrian, menekankan pentingnya mengamankan pasokan gas yang cukup dan beragam.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Ia menyebut tidak ada satu negara pun yang menyumbang lebih dari 30 persen impor gas Singapura pada 2024. Untuk memperluas sumber pasokan, Singapura juga tengah membangun terminal LNG kedua yang diperkirakan mulai beroperasi pada akhir dekade ini.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas negara itu untuk mengimpor gas dari pemasok di berbagai belahan dunia.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Sebelumnya, Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) mengatakan pengurangan pasokan gas dari Indonesia berdampak kurang dari 2 persen terhadap total kebutuhan gas harian negara tersebut.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

“Total pengurangan mencapai 17 miliar British thermal units per hari (bbtud) selama periode 18 hari,” kata juru bicara EMA dalam tanggapan atas pertanyaan media, seperti dilaporkan CNA.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

EMA menambahkan Singapura memiliki rencana kontingensi untuk menghadapi pengurangan pasokan gas. Singapore GasCo juga dinyatakan siap secara operasional untuk mengimpor lebih banyak gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) kapan saja.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Pernyataan itu mencuat setelah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan sebagian pasokan guna memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut pengalihan tersebut mencapai 31 juta kaki kubik standar gas per hari.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Jumlah itu terdiri atas 15 juta kaki kubik dari Natuna dan 16 juta kaki kubik dari Sumatra. Gas dari Natuna dialihkan untuk memenuhi kebutuhan PT PLN Batam melalui jaringan pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Sementara itu, pasokan dari Sumatra disalurkan melalui pipa TGI untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra. SKK Migas mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menjaga keandalan pasokan gas domestik untuk pembangkit listrik.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Lembaga itu juga merujuk Pasal 8 Ayat 1 Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi sebagai dasar untuk memprioritaskan pemanfaatan gas alam bagi kebutuhan dalam negeri. SKK Migas menyatakan akan memantau perkembangan kebijakan tersebut setiap hari.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Pengurangan pasokan gas ke Singapura terjadi beberapa hari setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Energi dan Transisi Hilirisasi Bahlil Lahadalia menyampaikan kemungkinan penghentian ekspor energi ke negara yang dinilai tidak menghormati Indonesia.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

“Saya akan melakukan evaluasi. Saya tidak akan ragu mempertimbangkan penghentian ekspor ke negara yang tidak menghormati Indonesia,” kata Bahlil.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Sehari sebelumnya, Bahlil juga membuka kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga. Ia menyebut kebutuhan energi dalam negeri harus menjadi prioritas.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meminta Indonesia menjaga sumber daya alam dan mengutamakan kepentingan nasional.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Namun, dalam tanggapannya kepada CNA, SKK Migas tidak mengaitkan pengalihan pasokan gas ke dalam negeri dengan pernyataan Bahlil tersebut.

Baca Juga : Besok, 4.000 Kader Golkar se-Sulsel Bakal Hadir di Makassar. Ini Agendanya

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

 

Berdasarkan data kantor berita Antara, sekitar 30 persen produksi gas alam Indonesia saat ini diekspor, sedangkan 70 persen lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda