Logo Harian.news

HARIAN SEJARAH

Sejarah Hari Jadi Jakarta: Kemenangan Fatahillah di 22 Juni

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 22 Juni 2026 13:42
Sunda Kelapa, pelabuhan tua yang menyimpan sejarah Jakarta ||( X@IndonesiaKaya)
Sunda Kelapa, pelabuhan tua yang menyimpan sejarah Jakarta ||( X@IndonesiaKaya)

HARIAN.NEWS,JAKARTA — Setiap tanggal 22 Juni, gemuruh pesta kembang api dan konser musik memenuhi sudut Ibu Kota. Namun, di balik euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang megah tersebut, tersimpan sebuah babak panjang pergolakan sejarah yang sarat darah, diplomasi, dan gerakan anti-kolonialisme.

Penetapan 22 Juni bukan sekadar angka mati di kalender, melainkan simbol kemenangan legitimasi Nusantara menghadapi kekuatan asing.

Baca Juga : Pesta Babi, Ruang Sipil, dan Cara Baru Kekuasaan Membentuk Kesadaran

Ancaman Portugis di Pesisir Jawa
Asal mula hari besar ini bermula dari peta geopolitik abad ke-16. Kawasan pesisir utara Jawa, khususnya Sunda Kelapa, merupakan bandar perdagangan emas di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Nilai strategisnya langsung menggaet nafsu bangsa Portugis yang tengah gencar menancapkan kuku imperialisme di Asia Tenggara.

Melalui kesepakatan diplomatik, Portugis bersekutu dengan Pajajaran untuk mendirikan benteng pertahanan di Sunda Kelapa. Langkah ini memicu sirene bahaya bagi kesultanan-kesultanan Islam di sekitarnya.

Sultan Trenggono dari Kesultanan Demak menolak mentah-mentah kehadiran pasukan Eropa tersebut. Bagi Demak dan Cirebon, masuknya Portugis adalah ancaman nyata terhadap kedaulatan dan rantai pasok rempah Nusantara.

Pertempuran 22 Juni 1527
Untuk membendung ekspansi ini, Sultan Trenggono mengerahkan panglima perangnya yang andal: Fatahillah. Memimpin pasukan gabungan dari Demak dan Cirebon, Fatahillah berlayar menuju Sunda Kelapa.

Puncak konflik meletus pada 22 Juni 1527. Melalui pertempuran frontal yang menguras taktik dan fisik, pasukan Fatahillah sukses memukul mundur armada Portugis dan merebut kendali penuh pelabuhan.

Bukannya merayakan dengan panggung hiburan, kemenangan ini ditandai dengan penggantian nama. Fatahillah merobek identitas Sunda Kelapa dan menamakannya Jayakarta—yang dalam bahasa Sanskerta bermakna “kemenangan yang sempurna” atau “kota kemenangan”. Inilah tonggak kelahiran Jakarta yang sesungguhnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda