Logo Harian.news

Singgung Siapa? Munafri Minta ASN Datang ke Kantor untuk Kerja, Bukan Sebar Fitnah

Editor : Rasdianah Senin, 21 April 2025 14:35
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Foto: dok
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Foto: dok

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melontarkan sindiran keras kepada oknum aparatur sipil negara (ASN) yang tidak menunjukkan etos kerja yang baik.

Kritikan dari wali kota yang akrab disapa Appi ini, disampaikan saat memimpin upacara di halaman Kantor Balaikota, Senin (21/4/2025). Ia menegaskan bahwa kantor pemerintahan bukan tempat menyebar gosip atau berita bohong.

“Kita harus tahu bahwa datang ke kantor itu untuk bekerja, menyelesaikan tanggung jawab, bukan jadi tempat menyebar berita bohong atau menebar fitnah,” tegas Appi.

Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga

Pernyataan itu dilontarkannya sebagai bentuk peringatan kepada ASN yang tidak menunjukkan dedikasi kerja.

Menurutnya, semangat pelayanan kepada masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama, bukan sibuk dengan urusan pribadi atau memperkeruh suasana internal birokrasi.

Ia menekankan pembentukan karakter ASN yang berintegritas melalui tiga nilai utama diantaranya akhlak, kebersihan, dan ketertiban.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik Pengurus FKPP, Nurfadjri Fadeli Luran Didaulat Menjadi Ketum FKPP Kota Makassar

“Tiga hal ini akan terus saya sampaikan dan saya tegaskan menjadi prinsip utama dalam membangun pemerintahan yang profesional,” ucap mantan CEO PSM Makassar tersebut.

Pertama, Akhlak Inti dari Pelayanan Publik. Menurut Munafri, akhlak adalah fondasi dari seluruh kebijakan dan keputusan. Bukan hanya soal moral pribadi, melainkan cerminan kualitas pelayanan birokrasi.

“Tanpa akhlak, semua bentuk ilmu dan kebijakan tidak akan punya arah. Akhlak itu inti dari semuanya,” jelasnya.

Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja

Kebersihan yang menjadi, Cermin Pemerintahan, Ia juga menyoroti pentingnya kebersihan di kantor pemerintahan. Bagi Munafri, toilet yang kotor adalah simbol dari mentalitas kerja yang amburadul.

“Kalau orang masuk kantor pemerintahan dan melihat toilet yang jorok, itu jadi cermin seperti apa isi pemerintahan di dalamnya. Ini bukan hal sepele,” tegasnya.

Ia pun meminta camat, lurah, RT, dan RW menjadikan kebersihan sebagai agenda wajib.

Baca Juga : Belum Setahun Menjabat, Direksi Baru Perumda Pasar Makassar Raya Bukukan Dividen Rp1,3 Miliar

Ketiga, Ketertiban yaitu bentuk perlawanan Pelanggaran Sejak Dini, Munafri menegaskan bahwa pelanggaran kecil dapat menjadi akar dari kerusakan sistem yang lebih besar, termasuk korupsi. Ia menyindir mental “tidak diawasi berarti bebas” sebagai awal kehancuran tatanan birokrasi.

“Ketertiban itu bukan soal ada petugas atau tidak, tapi soal dedikasi dan rasa tanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Munafri mengajak seluruh ASN untuk membangun rasa tanggung jawab kolektif dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham tidak bisa bekerja sendiri.

“Saya dan Ibu Aliyah tidak mungkin hanya berdoa untuk menjalankan tatanan pemerintahan Kota Makassar. Tapi semua ini bisa berjalan kalau kita semua menjadi satu. Kami bukan Superman, yang kami bangun adalah super team,” ujarnya.

Terakhir, Munafri mengingatkan bahwa ASN adalah pelayan masyarakat yang harus memberikan teladan setiap hari. Dengan menunjukkan kerja nyata, birokrasi Pemkot Makassar bisa menjadi motor penggerak pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak langsung pada warga.

“Kalau internalnya sehat, Makassar akan kuat. Mari kita tata bersama,” pungkasnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda