HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kontestasi Pilkada di berbagai daerah, termasuk di Kota Makassar mulai memunculkan sejumlah nama tokoh yang berpeluang untuk maju bertarung. Teranyar nama istri dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Indira Jusuf Ismail mencuat, hal ini bahkan telah dikomunikasikan oleh salah satu partai politik (Parpol) untuk bisa meminang Ketua TP PKK Makassar tersebut.
Meski parpol tersebut dalam hal ini PPP telah melihat peluang Indira Jusuf Ismail sebagai salah satu calon kandidat yang kuat, namun hal ini berbeda di pandangan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto.
Baca Juga : Lulus dari Unhas, Sri dari Bantaeng Kenang Sosok Ayah yang Tiada
Ali, sapaannya, menilai Indira Jusuf Ismail belum memiliki potensi untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024.
“Saya belum melihat potensinya,” ujar Ali, Selasa (12/3/2024).
Katanya, potensi Danny Pomanto (DP), sapaan wali kota, yang diproyeksikan terhadap Indira tentu bisa dibilang cukup. Akan tetapi yang perlu diperhatikan, Indira bukanlah DP.
Baca Juga : IKA Unhas Bulungan 1 Sabet Juara Utama Turnamen Sepak Bola Mini Meriahkan Dies Natalis ke-70 Unhas
“Meskipun menjadi proxy dari Danny Pomanto, namun hal tersebut belum tentu bisa optimal oleh jaringan yang mendukung DP sebelumnya,” ujarnya.
Kendati Indira sudah dua periode menjadi ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kata Ali Armunanto masih jauh dari cukup jika mengandalkan hal tersebut.
Indira perlu merecall semua jaringan yang mendukung DP, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya dan mengaktifkannya agar bisa mendapatkan modal cukup untuk bertarung di Pilkada.
Baca Juga : Jalin Silaturahmi Antarwilayah, IKA Unhas Sulsel Siap Berikan Penampilan Terbaik di Kaltara
“Itu pun mungkin akan sulit mengingat perbedaan pandangan dalam melihat figur Indira dan DP serta kekuasaan yang tidak dimiliki jika Danny demisioner nantinya,” katanya
“Belum lagi tentu konteks dan peta kekuatan politik akan nergeser karena masuknya kandidat kandidat lain yang akan ikut meramaikan pilwali nanti,” lanjutnya.
Menurut Ali Armunanto, maju sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil 1 Sulsel pada 2019 lalu tidak menjamin Indira akan mampu bertahan di Pilwali Kota.
Baca Juga : Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Gelar Pelatihan Kampung Sejahtera Kemensos
Hal tersebut karena, Pilwali Kota sangat berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg), di Pilwali wacana, relasi dan jaringan dibangun lebih solid dan melibatkan jaringan yang luas.
“Tapi saya rasa Indira bisa memanfaatkan oengalaman DP dalam Pilkada ini,” tandasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
