Logo Harian.news

Tegas, Ganjar Pranowo Pilih Berada di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Editor : Rasdianah Selasa, 26 Maret 2024 17:45
Karikatur Ganjar Pranowo tolak jabatan menteri (Dodi/harian.news)
Karikatur Ganjar Pranowo tolak jabatan menteri (Dodi/harian.news)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo tegas memilih berada di luar pemerintahan Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029 dibandingkan turut serta mengisi jabatan tertentu.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun menyampaikan terima kasih kepada pihak yang menawarkan posisi menteri dalam wacana pembentukan koalisi besar oleh partai yang mengusung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Saya sampaikan terima kasih, lebih baik diberikan kepada pemenang untuk sebebas-bebasnya memilih dan jauh lebih baik kalau kelompok yang sudah mendukung itu yang diutamakan, bukan saya, tidak fair,” tutur Ganjar kepada wartawan, dikutip dari liputan6, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga : Ramai Teror Tempo, Ganjar Posting soal Spesies Mamalia Baru Indonesia: Tikus Berhidung Babi!

Ganjar menambahkan, jika Ia berapa di luar pemerintahan, salah satu hal positifnya juga demi menjaga keseimbangan kekuasaan, juga untuk menghindari pemusatan kekuasaan pada satu lembaga saja.

“Kalau saya berada di luar mungkin itu jauh lebih baik karena check and balance pasti akan terjadi, dan lebih banyak yang hebat di kelompoknya masing-masing, apalagi kalau kita lihat banyak sekali tim atau partai politik yang mendukung paslon pasti juga punya harapan,” sambungnya.

Ganjar mengaku sangat menghormati jika paslon pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memiliki keleluasaan untuk menentukan kabinet dan membiarkan dirinya berada di luar pemerintahan, demi demokrasi yang lebih sehat.

Baca Juga : 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Survei Tunjukkan 79,3% Responden Puas

Sebab itu, hingga saat ini dirinya tetap menjalin komunikasi bersama relawan Ganjar-Mahfud, baik di dalam negeri dan luar negeri untuk melakukan berbagai kegiatan yang dapat mewujudkan ide atau gagasan sambil memperhatikan realita yang berlangsung di tengah masyarakat.

Seperti misalnya relawan Ganjar-Mahfud di Amerika Serikat (AS) yang telah melaksanakan pendidikan politik secara rutin agar rakyat melek politik.

“Saya bilang kepada relawan, ayo politik bisa agung kalau kita punya integritas yang tinggi, punya niat baik yang sama. Politik menjadi hancur kalau kita hanya bicara kekuasaan,” ucap Ganjar.

Baca Juga : Program MBG Resmi Dimulai, Targetkan 3 Juta Penerima

Dia memastikan kembali akan menjadi rakyat biasa setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan putusan atas sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden yang dijadwalkan pada 22 April 2025 mendatang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda