HARIAN.NEWS, SELAYAR – Hujan mengguyur cukup deras. Lumpur mulai menggenang. Tapi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (13/5/2026), hujan tak mampu memadamkan semangat puluhan orang yang bekerja bahu-membahu.
Mereka adalah personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar dan warga setempat. Bersama, mereka terus membangun drainase di sepanjang jalan tani sepanjang 3.350 meter– jalan yang sebelumnya telah mereka buka bersama.
Sejak pagi, warga sudah mulai berdatangan ke lokasi. Bukan dengan alat berat atau peralatan canggih. Mereka membawa cangkul, linggis, keranjang, dan embek – peralatan seadanya yang dipakai turun-temurun.
Baca Juga : TMMD ke -128 Kodim 1415/Selayar, Warga Antre Sembako Murah
Namun kekurangan alat tak mengurangi kontribusi. Mereka mengangkut batu, memindahkan material timbunan, dan menyusun saluran air di sisi jalan.
*Kehadiran masyarakat di tengah hujan menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih hidup, terutama di kawasan pedesaan Kepulauan Selayar.
Saluran air yang baik akan mencegah genangan air hujan dan lumpur menutupi badan jalan. Dengan kondisi jalan yang kering dan stabil, para petani nantinya bisa mengangkut hasil pertanian dan perkebunan tanpa khawatir roda terperosok atau kendaraan tergelincir.
Baca Juga : TNI Siapkan 514 Batalyon Teritorial di Setiap Kabupaten
Salah satu warga yang ikut bekerja adalah Jufri Daeng Rala (50). Di sela-sela mengangkut batu, ia menyampaikan rasa syukurnya.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya jalan ini. Dulu akses kami sangat sulit, apalagi saat hujan. Sekarang masyarakat juga semangat membantu supaya jalan ini cepat selesai dan bisa digunakan dengan baik,” ujar Jufri.
Ia bukan anggota TNI, bukan aparat desa. Ia hanyalah warga biasa yang merasakan langsung bagaimana kehadiran TMMD mengubah hidupnya.
Baca Juga : Anggota DPR RI Deng Ical Kecam Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI: Negara Harus Hadir
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
