MAKASSAR,HARIAN.NEWS – Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berhasil menekan angka bayi kurang sehat di beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.
Walaupun jumlahnya tidak turun secara drastis. Jumlah penderita Stunting (Tumbuh Kembang) tahun 2022-2023 sebanyak 27,2 persen sedikit mengalami penurunan di bandung tahun sebelumnya yakni pada tahun 2021 silam.
“Jadi jumlah ini masih menjadi tantangan bagi kami agar kedepan angka atau jumlah Stunting di Sulsel bisa kami tekan lagi,” ungkap Shodiqin dalam jumpa persnya. Rabu, (2/8/2023)
Baca Juga : Bontonompo Ukir Sejarah di Lomba Kampung KB
Meski hanya bisa turunkan sedikit angka Stunting di Provinsi Sulsel di tahun 2022 sekitar 2,1 persen. BKKBN kembali berupaya terus menekan jumlah yang di targetkan tahun 2023.
“Jadi penurunannya sedikit sekali dibandingkan tahun 2021,” Kata Shodiqin.
Shodiqin bilang penurunan ini disebabkan beberapa daerah masih membutuhkan upaya-upaya salah satunya sosialisasi sejumlah program BKKBN untuk bisa mengurangi pengidap kurang gizi terhadap balita tersebut.
Baca Juga : BKKBN Sulsel Gencarkan Sosialisasi Lima Program Unggulan Quick Win Kemendugbangga
“Dan ternyata dari 27,2 persen Stunting teritinggi itu masih ada yang menyentuh angka 39,8 persen,” tutupnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
