Dengan pendekatan ini, sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang.
Pemerintah pusat dan daerah kini tengah mengoordinasikan langkah-langkah strategis, termasuk integrasi destinasi wisata di enam kabupaten sekitar Ponorogo.
Baca Juga : Tahilalats Warnai Armada Baru Garuda Indonesia
Langkah ini diyakini dapat mendorong kontribusi sektor pariwisata dan budaya hingga lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ponorogo.
“Reog Ponorogo memiliki potensi besar sebagai ikon budaya yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” pungkas Susiwijono.
Dengan pengakuan UNESCO ini, Indonesia tidak hanya berhasil mempertahankan kekayaan budaya, tetapi juga membuka jalan bagi Ponorogo untuk menjadi pusat pariwisata dan budaya yang berdaya saing global. ***
Baca Juga : Debat Publik Putaran Kedua Paslon Bupati Jeneponto: Fokus pada Peningkatan Layanan Publik dan Kearifan Lokal
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

