Pada kesempatan yang sama, Rektor UICI Prof Laode memberikan gambaran singkat tentang model yang dikembangkan oleh mitra dari Korea Selatan, sedang diuji coba di Karawang oleh Tim dari Korea bersama tim UIC di Karawang.
Hasil uji coba tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi penerapan sistem serupa di wilayah lain, termasuk Sulawesi Selatan.
“Kami senang bisa menjalin kemitraan bersama Unhas, tentu kedepannya kolaborasi ini kita harapkan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian. Implementasi kerja sama ini bisa segera dilaksanakan,” jelas Prof Laode.
Sistem ini juga membuka peluang dalam skema perdagangan karbon global. Pengurangan emisi gas metana dari sawah akan dikalkulasi dan dapat dikonversi menjadi insentif dalam mekanisme carbon trading.
Insentif tersebut nantinya akan didistribusikan kepada berbagai pemangku kepentingan yang terlibat melalui sistem berbasis blockchain.
Baca Juga : Tim Cara’de BEM KMF TP UH Kenalkan Program Pengabdian Berbasis Teknologi Pertanian di Desa Tinggimae
Sebagai bagian dari implementasi kerja sama ini, Unhas akan mengirimkan sejumlah dosen muda untuk mempelajari sistem budidaya padi ramah lingkungan tersebut.
“Para dosen akan mengikuti program pelatihan dan penelitian guna memastikan transfer pengetahuan yang optimal,” tukasnya.
Turut hadir dalam penandatangan tersebut diantaranya Dekan Fakultas Pertanian Unhas (Prof. Dr. Ir. Salengke, M.Sc), Kepala Kantor Sekretaria Rektor (Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc.), jajaran pimpinan UICI, dan mitra Korea Selatan diantaranya Gyeongin Park, YooSik Hwang dan Sejin Kim. ***
Baca Juga : Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, BPOM dan Unhas Perkuat Literasi Keamanan Pangan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
