HARIAN.NEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efisien dan terintegrasi.
Dalam peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (4/5), Prabowo melontarkan gagasan besar: mewujudkan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi.
Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo
Bukan sekadar ide ambisius, gagasan ini muncul dari keprihatinan Prabowo terhadap biaya haji yang terus meroket.
Meski tahun ini ada upaya penekanan biaya, Presiden menilai itu belum cukup. Ia ingin solusi jangka panjang yang mampu menata ekosistem haji dan umrah secara menyeluruh.
Indonesia Butuh, Arab Saudi Siap Menyambut
Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu
Mimpi Kampung Haji bukan tanpa peluang. Sebagai negara pengirim jemaah haji dan umrah terbesar di dunia, Indonesia punya daya tawar besar.
Di sisi lain, Arab Saudi tengah getol membangun infrastruktur sektor pariwisata dan keagamaan sebagai bagian dari Visi 2030, demi mengurangi ketergantungan pada minyak.
“Ini momentum yang pas. Gayung bersambut. Indonesia perlu Kampung Haji, Arab Saudi butuh investasi,” ujar perwakilan Komnas Haji dalam keterangannya.
Baca Juga : Perkuat Poros Asia Timur, Presiden Prabowo Kunjungi Jepang dan Korea Selatan
Komnas Haji Dorong Dana BPKH dan Danantara Turun Gunung
Untuk merealisasikan mimpi besar ini, Komnas Haji mengusulkan dua sumber pendanaan utama. Pertama, optimalisasi dana haji yang dikelola oleh BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Hingga saat ini, dana haji yang terkumpul mencapai Rp 179 triliun dari 5,2 juta calon jemaah.
“Dana ini bisa dialokasikan sebagai skema investasi jangka panjang untuk membangun infrastruktur Kampung Haji. Ini investasi strategis yang relevan dengan misi BPKH,” lanjut Komnas Haji.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Lanjutkan Makan Bergizi Gratis: Dana dari Efisiensi!
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

