HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Makassar sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi ke titik-titik penampungan yang telah disediakan.
Di Kecamatan Panakukang, tercatat tiga titik pengungsian dengan jumlah pengungsi mencapai 80 jiwa. Sementara di Kecamatan Manggala, banjir melanda Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, sehingga Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, turun langsung meninjau lokasi.
Baca Juga : Terbawa Arus hingga Barombong, Anak Tenggelam di Pattingalloang Ditemukan di Pesisir Makassar
Danny Pomanto, yang akrab disapa, tidak hanya memantau titik pengungsian, tetapi juga menggunakan perahu karet untuk menyusuri kawasan banjir dan berdialog dengan warga yang masih bertahan di rumah mereka.
“Ini termasuk banjir yang cukup parah, cukup tinggi. Ini sudah kedua kalinya di awal musim penghujan, dan kita harus bersiap jika kondisi ini terus berulang,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir.
Danny Pomanto memastikan logistik untuk para pengungsi tersedia dengan baik serta memprioritaskan kesehatan anak-anak, dan lansia di lokasi pengungsian.
Baca Juga : Kabut Tebal dan Hujan, Tim SAR Tetap Bertahan di Puncak Bulusaraung
“Rata-rata masyarakat dalam kondisi sehat, meskipun ada yang mengalami gatal-gatal dan demam ringan,” jelasnya.
Namun, Danny Pomanto mengungkapkan kekhawatirannya karena banyak warga yang enggan meninggalkan rumah mereka meskipun banjir cukup tinggi.
“Ini harus diantisipasi. Saya sudah perintahkan dokter untuk mendatangi rumah-rumah warga yang tidak mau mengungsi,” tegasnya.
Baca Juga : Update Pencarian Pesawat ATR: Serpihan dan Potongan Badan Ditemukan
Berdasarkan data dari BPBD Makassar per 22 Desember, sebanyak 1.551 warga terdampak banjir dengan 27 titik pengungsian yang tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Manggala terdapat 760 jiwa di 12 titik pengungsian, sedangkan di Kecamatan Biringkanaya, 711 jiwa mengungsi di 12 titik lainnya.
Wali Kota juga menginstruksikan seluruh OPD untuk selalu siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depannya. Ia mengajak masyarakat untuk saling membantu dalam menangani banjir.
“Kita harus gotong royong, bahu-membahu, dan fokus pada penyelamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia,” pungkasnya.
Baca Juga : Mesin Kapal Mati, Lima Nelayan Nyaris Terjebak di Laut, BPBD Bergerak Cepat
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

