HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, kabar mengenai lowongan pekerjaan menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian masyarakat.
Namun di balik kemudahan akses tersebut, risiko penipuan berkedok rekrutmen juga semakin meningkat.
Tidak sedikit oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama perusahaan besar hingga identitas figur publik untuk mengelabui pencari kerja demi memperoleh data pribadi maupun keuntungan finansial.
Baca Juga : Harga Emas Pegadaian Meroket, Pantauan Tring Tembus Rp 26.500 Per 0,01 Gram
Menanggapi maraknya penipuan rekrutmen, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengimbau para pencari kerja agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh informasi lowongan yang beredar, khususnya di media sosial.
“Informasi rekrutmen palsu yang mengatasnamakan perusahaan besar memang banyak berseliweran, terutama di media sosial,” ucapnya dikutip, Senin (26/01/2026).
Manajemen Pegadaian secara konsisten mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap segala bentuk informasi rekrutmen yang mencatut nama Pegadaian.
Baca Juga : Permudah Layanan Kesehatan, Pegadaian Salurkan Bantuan 1 Unit Mobil ke Puskesmas Perawatan Saleman
“Perlu kami tegaskan, Pegadaian tidak pernah memungut biaya apa pun dalam proses rekrutmen, tidak bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan seluruh informasi rekrutmen resmi hanya dapat diakses melalui website pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, serta akun Instagram resmi @pegadaian_id,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, pencari kerja perlu memiliki kecermatan dalam menyaring informasi agar tidak menjadi korban penipuan. Salah satu langkah utama adalah memastikan sumber informasi berasal dari kanal resmi perusahaan.
Perusahaan profesional umumnya mengumumkan rekrutmen melalui website dan media sosial resmi, serta menggunakan alamat email dengan domain perusahaan, seperti [email protected].
Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Makassar Salurkan Bantuan Dana Renovasi Masjid Nurul Amin di Tanah Towa
Calon pelamar juga diminta untuk mengabaikan setiap proses rekrutmen yang meminta sejumlah uang. Dalam praktiknya, penipuan kerap menggunakan modus biaya tiket perjalanan atau akomodasi melalui agen travel fiktif dengan iming-iming penggantian biaya.
Selain itu, kualitas penulisan juga menjadi indikator penting. Informasi rekrutmen resmi biasanya disusun dengan bahasa yang rapi dan profesional.
Sebaliknya, rekrutmen palsu sering kali mengandung banyak kesalahan ketik, penggunaan huruf kapital dan tanda baca berlebihan, format dokumen tidak jelas, hingga penggunaan logo dan atribut perusahaan yang tidak sesuai.
Baca Juga : Pegadaian Luncurkan Aplikasi Tring! di Makassar, Mudahkan Akses Layanan Keuangan dan Emas
Langkah lain yang tak kalah penting adalah melakukan riset terhadap alamat dan kontak perusahaan. Alamat kantor yang tidak jelas atau sulit diverifikasi patut dicurigai.
Masyarakat juga disarankan untuk mengecek nomor kontak yang digunakan melalui aplikasi pengecekan nomor telepon guna memastikan keasliannya.
Dewi juga mengingatkan agar pencari kerja tidak mudah tergiur oleh penawaran gaji yang tidak masuk akal. Penipu kerap menawarkan gaji jauh di atas standar pasar untuk posisi dengan kualifikasi minimal sebagai umpan.
Selain itu, proses rekrutmen yang terlalu cepat tanpa tahapan seleksi yang wajar juga perlu diwaspadai. Perusahaan profesional umumnya menerapkan beberapa tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kompetensi, psikotes, diskusi kelompok, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan, sesuai kebutuhan posisi yang dilamar.
Apabila menemukan kejanggalan dalam informasi maupun proses rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat diimbau untuk segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Pegadaian.
Pengaduan dan informasi dapat disampaikan melalui Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569, guna menghindari risiko menjadi korban penipuan rekrutmen.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
