Logo Harian.news

Waspada Rekrutmen Palsu, Pegadaian Imbau Pencari Kerja Lebih Cermat

Editor : Redaksi II Senin, 26 Januari 2026 17:01
Waspada Rekrutmen Palsu, Pegadaian Imbau Pencari Kerja Lebih Cermat
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah derasnya arus informasi di era digital, kabar mengenai lowongan pekerjaan menjadi salah satu yang paling banyak menarik perhatian masyarakat.

Namun di balik kemudahan akses tersebut, risiko penipuan berkedok rekrutmen juga semakin meningkat.

Baca Juga : Gelar Safari Ramadan, Pegadaian Kanwil VI SulselBarRa Maluku Santuni Anak Yatim

Tidak sedikit oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama perusahaan besar hingga identitas figur publik untuk mengelabui pencari kerja demi memperoleh data pribadi maupun keuntungan finansial.

Menanggapi maraknya penipuan rekrutmen, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengimbau para pencari kerja agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh informasi lowongan yang beredar, khususnya di media sosial.

“Informasi rekrutmen palsu yang mengatasnamakan perusahaan besar memang banyak berseliweran, terutama di media sosial,” ucapnya dikutip, Senin (26/01/2026).

Baca Juga : Gejolak Israel-AS dan Iran Dorong Harga Emas Berpotensi Tembus Rp4 Juta Per Gram

Manajemen Pegadaian secara konsisten mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap segala bentuk informasi rekrutmen yang mencatut nama Pegadaian.

“Perlu kami tegaskan, Pegadaian tidak pernah memungut biaya apa pun dalam proses rekrutmen, tidak bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan seluruh informasi rekrutmen resmi hanya dapat diakses melalui website pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, serta akun Instagram resmi @pegadaian_id,” ujar Dewi.

Ia menambahkan, pencari kerja perlu memiliki kecermatan dalam menyaring informasi agar tidak menjadi korban penipuan. Salah satu langkah utama adalah memastikan sumber informasi berasal dari kanal resmi perusahaan.

Baca Juga : Semarak HUT ke-124, Pegadaian Hadirkan Program Badai Emas dan Promo TRING di Makassar

Perusahaan profesional umumnya mengumumkan rekrutmen melalui website dan media sosial resmi, serta menggunakan alamat email dengan domain perusahaan, seperti [email protected].

Calon pelamar juga diminta untuk mengabaikan setiap proses rekrutmen yang meminta sejumlah uang. Dalam praktiknya, penipuan kerap menggunakan modus biaya tiket perjalanan atau akomodasi melalui agen travel fiktif dengan iming-iming penggantian biaya.

Selain itu, kualitas penulisan juga menjadi indikator penting. Informasi rekrutmen resmi biasanya disusun dengan bahasa yang rapi dan profesional.

Baca Juga : Pegadaian Serahkan Hadiah Badai Emas 124 Gram untuk Nasabah di Momen Ramadan Bareng TRING

Sebaliknya, rekrutmen palsu sering kali mengandung banyak kesalahan ketik, penggunaan huruf kapital dan tanda baca berlebihan, format dokumen tidak jelas, hingga penggunaan logo dan atribut perusahaan yang tidak sesuai.

Langkah lain yang tak kalah penting adalah melakukan riset terhadap alamat dan kontak perusahaan. Alamat kantor yang tidak jelas atau sulit diverifikasi patut dicurigai.

Masyarakat juga disarankan untuk mengecek nomor kontak yang digunakan melalui aplikasi pengecekan nomor telepon guna memastikan keasliannya.

Dewi juga mengingatkan agar pencari kerja tidak mudah tergiur oleh penawaran gaji yang tidak masuk akal. Penipu kerap menawarkan gaji jauh di atas standar pasar untuk posisi dengan kualifikasi minimal sebagai umpan.

Selain itu, proses rekrutmen yang terlalu cepat tanpa tahapan seleksi yang wajar juga perlu diwaspadai. Perusahaan profesional umumnya menerapkan beberapa tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kompetensi, psikotes, diskusi kelompok, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan, sesuai kebutuhan posisi yang dilamar.

Apabila menemukan kejanggalan dalam informasi maupun proses rekrutmen yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat diimbau untuk segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi Pegadaian.

Pengaduan dan informasi dapat disampaikan melalui Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569, guna menghindari risiko menjadi korban penipuan rekrutmen.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda