Logo Harian.news

19 Bulan Disandera, Begini Kronologi Bebasnya Pilot Susi Air Philip Mehrtens

Editor : Rasdianah Sabtu, 21 September 2024 17:42
Philip Mehrtens saat disandera oleh OPM. Foto: ist
Philip Mehrtens saat disandera oleh OPM. Foto: ist

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pilot Susi Air yang juga warga Selandia Baru, Philip Mehrtens, yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM), akhirnya dibebaskan pada Sabtu (21/9).

Diketahui Philip disandera kelompok Egianus Kogoya di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Ia disandera selama 19 bulan atau lebih dari 1,5 tahun.

Berikut kronologi penangkapan hingga dibebaskannya Philip, dikutip harian.news dari kumparan:

Baca Juga : Usai Philip Bebas, Jokowi Minta tak akan ada lagi Penyanderaan di Papua

7 Februari 2023
Pesawat Susi Air Pilatus Porter P-4/PK-BVY dibakar di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (7/2/2023) pagi. Philip Mehrtens dan lima penumpang pesawat disandera.

8 Februari 2023
Lima penumpang Susi Air dibebaskan. Namun Philip Mehrtens disandera.

14 Februari 2023
OPM kelompok Egianus Kogoya untuk pertama kalinya merilis foto Philip Mehrtens yang mereka sandera.

Baca Juga : Pilot Philip Mehrtens Dibebaskan, Kapolri Sebut Kerja Keras TNI-Polri

16 April 2023
Upaya penyelamatan terhadap Philip Mehrtens dilakukan. Namun, mendapat perlawanan dari OPM. Salah satu Prajurit TNI bernama Pratu Miftahul Arifin gugur dalam misi penyelamatan pilot Susi Air.

30 Juni 2023
Polri merilis terkait permintaan tebusan Rp 5 miliar dari OPM untuk pembebasan Philip Mehrtens.

5 Februari 2024
Pihak OPM merilis pernyataan soal akan membebaskan Philip Mehrtens. Namun, Philip tak kunjung dibebaskan.

Baca Juga : Akhirnya, Pilot Susi Air Philip Mehrtens Bebas dari Penyanderaan OPM

21 September 2024
Akhirnya Philip Mehrtens dibebaskan. Kondisinya saat ini dalam kondisi sehat.

Usai dibebaskan, Philip dijemput langsung oleh Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024.

Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan Philip bisa bebas setelah Satgas Damai Cartenz menggunakan upaya pendekatan melalui soft approach, di antaranya melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, hingga keluarga dekat Egianus Kogoya.

Philip berhasil dibebaskan dan dijemput oleh tim gabungan bertempat di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kab Nduga.

“Menggunakan helikopter,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno dalam keterangannya.

Philip kemudian langsung diterbangkan menuju Mako Brimob Batalyon B/Timika. Saat ini, Philip sedang menjalani pemeriksaan medis.

“Secara umum pilot Philip dalam keadaan sehat walaupun beberapa waktu lalu pilot Philip mengalami sakit asma. Namun saat ini kondisinya sudah membaik,” kata Bayu.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda