Logo Harian.news

Medan Ekstrem Tak Halangi SAR Universitas Bosowa Temukan Black Box ATR 42-500

Editor : Redaksi II Kamis, 22 Januari 2026 22:18
Medan Ekstrem Tak Halangi SAR Universitas Bosowa Temukan Black Box ATR 42-500

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, membuahkan hasil signifikan. Pada Selasa, 21 Januari 2024, menjelang sore hari, Tim SAR Gabungan SRU-1 berhasil menemukan black box pesawat di lokasi ekstrem yang berada di bawah tebing curam dengan kedalaman sekitar 400 meter dari puncak gunung.

Penemuan black box ini menjadi titik krusial dalam rangkaian operasi pencarian dan pertolongan, sekaligus langkah strategis untuk mendukung proses investigasi kecelakaan penerbangan yang akan dilakukan oleh pihak berwenang.

Medan lokasi penemuan diketahui sangat menantang dan berisiko tinggi. Tebing terjal, bebatuan licin, serta vegetasi yang rapat menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

Baca Juga : Monitoring dan Evaluasi KKN Tematik Unibos Angkatan 59 Tekankan Dampak Nyata Pengelolaan Lingkungan Kota

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan hujan lebat yang hampir sepanjang hari menyelimuti area pencarian.

Menghadapi situasi ini, Tim SRU-1 menerapkan metode vertical rescue yang membutuhkan keahlian teknis, fisik yang prima, serta koordinasi tim yang solid.

Dalam Tim SRU-1, empat personel SAR Universitas Bosowa turut terlibat aktif, yakni Muh. Ikhsan Amin dan Wahyudi Febriansyah, serta Sultan Al Israel dan Peniel Siburian.

Baca Juga : Orasi Ilmiah Tiga Profesor Baru Tegaskan Peran Universitas Bosowa sebagai Pusat Keilmuan Strategis

Seluruhnya merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan teknis SAR dari Basarnas, sehingga dinilai kompeten untuk terjun langsung di medan ekstrem.

Perwakilan SAR Universitas Bosowa, Muh. Ikhsan Amin, menyampaikan bahwa keberhasilan menemukan black box merupakan hasil kerja sama dan kedisiplinan seluruh personel di lapangan.

“Medan yang kami hadapi sangat berat dan berisiko, ditambah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Namun berkat koordinasi yang baik, penerapan prosedur keselamatan, serta kerja tim yang solid, operasi ini dapat berjalan aman dan berhasil,” ujar Ikhsan.

Baca Juga : Wisuda Unibos-Poltekbos 2025, Prof Batara Ajak Alumni Tak Hanya Cari Kerja tapi Ciptakan Peluang

Ikhsan menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam operasi SAR berskala besar ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Kami dibekali tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga mental tangguh dan kepedulian kemanusiaan. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa siap mengambil peran dalam misi kemanusiaan,” tambahnya.

Black box pesawat memiliki peran vital dalam mengungkap penyebab kecelakaan penerbangan. Perangkat ini terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam data penerbangan serta percakapan di dalam kokpit.

Baca Juga : KKN Tematik Unibos dan DLH Makassar Dorong Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Data tersebut akan menjadi bahan utama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam melakukan analisis mendalam guna meningkatkan standar keselamatan penerbangan ke depan.

Keberhasilan SAR Universitas Bosowa bersama Tim SAR Gabungan dalam menemukan black box pesawat ATR 42-500 di tengah medan ekstrem dan cuaca buruk menjadi bukti dedikasi, profesionalisme, serta semangat kemanusiaan para personel SAR.

Capaian ini sekaligus menegaskan peran Universitas Bosowa sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam misi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda