Apa itu SLHS?
Surat Laik Higiene Sanitasi adalah sertifikat yang diterbitkan setelah inspeksi terhadap fasilitas dapur, kebersihan peralatan, higiene penjamah makanan, dan sistem pengolahan. Tanpa SLHS, tidak ada jaminan makanan yang dihasilkan aman dari kontaminasi bakteri atau bahan berbahaya.
2. Tidak Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
Baca Juga : Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG
Masalah kedua menyangkut lingkungan. Banyak SPPG yang beroperasi tanpa memiliki IPAL—infrastruktur wajib untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan.
“Kita minta mereka bikin IPAL dulu, jadi kita suspend mungkin seminggu dua minggu tergantung dari kecepatan pembangunan IPAL tersebut,” tegas Dadan.
Penangguhan ini bersifat kondisional. Artinya, SPPG yang bersangkutan bisa segera beroperasi kembali begitu IPAL selesai dibangun. Dadan memberikan kelonggaran waktu—bisa seminggu atau dua minggu—tergantung seberapa cepat satuan pelayanan tersebut melengkapi infrastruktur.
Baca Juga : Aturan Baru Makan Bergizi Gratis: Libur Sekolah Tak Ada Jatah!
Mengapa IPAL Penting?
SPPG yang memproduksi makanan dalam skala besar menghasilkan limbah cair signifikan—sisa cucian peralatan, sisa makanan, dan air bekas memasak. Tanpa IPAL, limbah ini langsung dibuang ke saluran umum atau tanah, mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan wabah penyakit.
3. Menu Tidak Sesuai Standar—Terutama Saat Ramadan
Ini yang paling menyita perhatian publik. Selama bulan Ramadan 2026, BGN menemukan 62 SPPG yang menyajikan menu “kurang sesuai”—istilah halus untuk makanan yang dianggap tak layak, tak bergizi, atau jauh dari standar yang ditetapkan.
Baca Juga : Program MBG 2026: Daerah 3T Dapat Jatah Makan 6 Hari, Ini Alasannya
“Selama Ramadhan kemarin kan ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Nah, itu yang membuat rame media sosial. Nah, kita hentikan dulu supaya mereka memperbaiki diri,” tutur Dadan.
Fenomena “menu viral” ini menjadi bukti bahwa pengawasan berbasis masyarakat—melalui media sosial—turut berperan penting. Warganet dengan cepat mengunggah foto-foto menu yang dianggap bermasalah, memaksa BGN untuk bertindak tegas.
Contoh Kasus Viral:
Beberapa menu yang ramai diperbincangkan antara lain: nasi dengan lauk seadanya, porsi tak sesuai standar gizi, hingga makanan yang diduga sudah tidak segar. Semua ini bertentangan dengan prinsip MBG yang seharusnya memberikan asupan bergizi seimbang.
Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

