Logo Harian.news

Akademisi MNC University Febi Ramadhani Bicara Strategi Digital Desa Wisata di Webinar Lentera Kementerian Desa

Editor : Ahmad Kamis, 20 Maret 2025 18:10
Dosen MNC University, Febi Ramadhani Rusdin, memaparkan strategi digital untuk promosi desa wisata dalam Webinar Lentera Vol. 15 yang diselenggarakan BBPPMD Jakarta, Kementerian Desa, Rabu (19/3/2025). (Foto: Tangkapan layar )
Dosen MNC University, Febi Ramadhani Rusdin, memaparkan strategi digital untuk promosi desa wisata dalam Webinar Lentera Vol. 15 yang diselenggarakan BBPPMD Jakarta, Kementerian Desa, Rabu (19/3/2025). (Foto: Tangkapan layar )

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kehadiran media sosial di era digital saat ini telah mengubah cara wisatawan memilih destinasi liburan.

Media sosial memungkinkan desa wisata untuk mempromosikan potensi dan keunggulannya secara lebih luas dan efektif.

Hal ini disampaikan oleh Dosen MNC University, Febi Ramadhani Rusdin, dalam acara Webinar LENTERA Vol. 15 yang diselenggarakan oleh BBPPMD Jakarta, Kementerian Desa, dengan tema “Penguatan Daya Tarik Wisata Lokal melalui Narasi Digital, Interaksi Media Sosial, dan Strategi Promosi yang Kreatif,”.

Baca Juga : MoU Pengembangan Desa Wisata di Sulsel, Begini Kata Rektor UIM

Dalam paparannya, Febi menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana membangun engagement yang kuat dengan calon wisatawan.

“Terdapat empat peran utama media sosial dalam promosi desa wisata, yaitu menjangkau lebih banyak wisatawan, meningkatkan interaksi dan keterlibatan, menampilkan keunikan desa, serta membangun kepercayaan (trust) wisatawan,” jelas Febi, Rabu (19/03) kemarin.

Ia juga memaparkan beberapa strategi konten interaktif yang dapat diterapkan oleh pengelola desa wisata.

Di antaranya menggunakan polling dan kuis interaktif untuk mengetahui minat wisatawan, memanfaatkan User-Generated Content (UGC) agar wisatawan terdorong membagikan pengalaman mereka dengan tagar khusus, berkolaborasi dengan influencer untuk memperluas jangkauan promosi, serta membuat konten edukatif yang mengemas sejarah dan budaya desa dalam format menarik.

“Engagement di media sosial bukan hanya tentang jumlah pengikut, tetapi seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten yang kita buat. Desa wisata yang mampu membangun komunitas digital yang solid akan lebih mudah menarik kunjungan wisatawan,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, dosen sekaligus Kepala Bagian Pusat Informasi dan Pemberitaan MNC University ini juga menampilkan contoh sukses, yakni Desa Wisata Penglipuran di Bali yang berhasil menarik ribuan wisatawan setiap tahun berkat strategi digital yang efektif.

Webinar ini mendapat respons positif dari para peserta, terutama dari pengelola desa wisata yang ingin memperkuat promosi destinasi mereka melalui media sosial.

Dengan pendekatan yang kreatif dan interaktif, diharapkan desa-desa wisata di Indonesia dapat tumbuh lebih pesat dan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda