Logo Harian.news

Aksa Mahmud Resmi Kantongi 49,88 Persen Saham PT Fajar Indonesia Corporindo

Editor : Redaksi II Kamis, 23 Juli 2026 19:37
konferensi pers di Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. (Dok. Gita/HN)
konferensi pers di Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. (Dok. Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pendiri Bosowa Corporindo HM Aksa Mahmud resmi menguasai 49,88 persen saham PT Fajar Indonesia Corporindo.

Hal tersebut menjadikan Aksa Mahmud sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan induk Fajar Group tersebut.

Kepemilikan hampir separuh saham itu diperoleh setelah Aksa Mahmud mengakuisisi 40,5 persen saham milik Jawa Pos dan 5,6 persen saham milik Dorothea Samola. Seluruh transaksi dilakukan atas nama pribadi.

Direktur Utama PT Fajar Indonesia Corporindo Suhendro Boroma mengatakan, komposisi kepemilikan saham tersebut menjadikan Aksa Mahmud sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan.

“Posisi Pak Aksa itu hampir 50 persen saham, tepatnya 49,88 persen,” kata Suhendro dalam konferensi pers di Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (23/7/2026).

Menurut Suhendro, pembelian saham dilakukan secara pribadi sehingga tidak berkaitan dengan badan usaha tertentu.

“Pembelian saham Jawa Pos dan Ibu Dorothea dilakukan oleh Pak Aksa atas nama pribadi. Saya tidak tahu nantinya akan dialihkan ke mana,” ujarnya.

PT Fajar Indonesia Corporindo merupakan holding company yang membawahi seluruh unit usaha Fajar Group, meliputi media cetak, media siber, media elektronik, bisnis properti, layanan kesehatan, transportasi, perguruan tinggi, hingga berbagai sektor usaha lainnya.

Selain Aksa Mahmud, pemegang saham terbesar berikutnya adalah ahli waris Chairman Fajar Group almarhum HM Alwi Hamu dengan kepemilikan sekitar 32 persen.

Adapun pemegang saham lainnya antara lain M Jusuf Kalla, Syamsul Nur, Andi Syafiuddin Makka, Zulkifli Gani Otto, dan Fajar Perintis.

Suhendro enggan mengungkapkan secara rinci besaran saham masing-masing pemegang saham. Menurutnya, PT Fajar Indonesia Corporindo masih berstatus perusahaan tertutup sehingga informasi komposisi saham tidak dapat dipublikasikan secara detail.

“Tak bisa disebut satu per satu sahamnya karena perusahaan ini masih perusahaan tertutup, bukan perusahaan terbuka atau Tbk,” katanya.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri HM Aksa Mahmud, Andi Syafiuddin Makka, Syamsul Nur, serta Rektor Universitas Bosowa Prof Batara Surya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda