HARIAN.NEWS, WAJO – Sultan Tajang, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, turun langsung ke Kelurahan Benteng, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, guna meninjau dampak banjir dan luapan air pasang laut yang mengancam sekitar 250 hektare sawah.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi petani, yang terancam mengalami gagal panen dan kehilangan mata pencaharian mereka.
Kunjungan yang dilakukan pada Senin, 27 Januari 2025, ini menjadi wujud kepedulian Sultan Tajang dalam mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk mencari solusi atas permasalahan yang selama bertahun-tahun menghantui petani di wilayah tersebut,” ucapnya dalam siaran tertulis yang dikutip, Rabu (29/01/2024).
Tak hanya itu, kehadirannya juga menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga : Sinjai, Kabupaten Ramah Banjir? Warga Soroti Penanganan Lingkungan dan Drainase
Persoalan banjir dan luapan air pasang di Benteng bukanlah hal baru. Selama lebih dari satu dekade, petani terus mengalami kerugian akibat kondisi ini.
Namun, hingga kini, solusi jangka panjang yang efektif masih belum terealisasi. Para petani berharap, dengan adanya perhatian dari Sultan Tajang, pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Dalam kunjungan tersebut, Sultan Tajang didampingi oleh perwakilan OP BWPS Ponpengang Jeneberang, Lurah Benteng, Ketua Kelompok Tani, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Roemah Djuang AIA Pitumpanua.
Baca Juga : Prabowo: Saya Dekat dengan Petani karena HKTI dan Pengalaman Tempur
Ia juga berdialog langsung dengan petani guna merumuskan langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk kemungkinan intervensi pemerintah dan peningkatan infrastruktur guna mengantisipasi bencana serupa di masa depan.
Sebagai wakil rakyat, Sultan Tajang menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada petani.
Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana guna melindungi sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga : Banjir di Bone, Lansia Meninggal, Bupati Terjunkan Tim Darurat
“Saya berharap, dengan kerja sama berbagai pihak, solusi yang diharapkan petani dapat segera terwujud,” bebernya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
