Logo Harian.news

Antisipasi Lonjakan Harga Selama Ramadhan dan Idul Fitri, Pemprov Sulsel Akan Gelar GPM

Editor : Rasdianah Senin, 10 Maret 2025 18:03
Pedagang cabai di Pasar Pa’baeng-baeng di Kota Makassar. Foto: HN/Sinta
Pedagang cabai di Pasar Pa’baeng-baeng di Kota Makassar. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Sulawesi Selatan mengalami deflasi berturut pada Januari dan Februari 2025 terutama didorong penurunan tarif listrik sebesar 50 persen.

Meski demikian kenaikan harga pangan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri perlu mendapat perhatian seperti aneka cabai, minyak goreng, bawang putih, gula pasir, dan daging ayam ras.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, secara historis periode HBKN Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momen kritikal yang perlu diantisipasi.

Baca Juga : Di Sulsel, Pengangguran Naik Menjadi 238 Ribu

Komoditas beras, tomat, cabai merah, bawang merah dan angkutan udara menjadi komoditas utama yang frekuensinya cukup tinggi dalam mendorong kenaikan inflasi di 8 kota IHK di Sulsel.

“Kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13 hingga 14 persen selama masa angkutan lebaran 2025 menjadi optimisme dalam upaya menjaga stabilisasi inflasi sehingga peran dan tanggung jawab pemerintah daerah dapat lebih difokuskan untuk pengendalian harga pangan strategis,” kata Rizki.

Sebagai upaya mengendalikan harga bahan pokok selama periode HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten kota.

Program ini melibatkan Bulog serta distributor pangan lokal untuk menyediakan kebutuhan pangan strategis dengan harga terjangkau.(*)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda