Logo Harian.news

Baru Ditertibkan, DLH Wanti-wanti Tim Sukses Cakada: APK Jangan lagi Ditancap di Pohon!

Editor : Rasdianah Selasa, 04 Juni 2024 17:34
Kepala DLH kota Makassar Ferdy Mochtar. Foto: HN/Sinta
Kepala DLH kota Makassar Ferdy Mochtar. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ferdy Mochtar kembali mengingatkan agar calon kepala daerah (Cakada) yang hendak mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 tidak menancapkan Alat Peraga Kampanye (APK) miliknya di pohon.

“Kita Rabu (29/5/2024) kemarin, baru saja bersihkan APK milik calon yang ikut Pilkada, sedikitny ada 115 APK dan 210 kawat dan paku yang kami sisir,” ujarnya, Selasa (4/6/2024).

Kata Ferdy, jumlah tersebut baru untuk 2 ruas jalan yang ada di Kota Makassar. Belum semuanya, sehingga bisa dibayangkan berapa jumlahnya jika semua jalan telah disisir.

Baca Juga : Ramai Komika Marshel Widianto Diusung Gerindra untuk Jadi Wakil Wali Kota Tangsel

sehingga Ia meminta agar Tim Sukses (Timses) calon kandidat tidak mengulang di lokasi yang sama setelah pembersihan.

“Biasa itu timnya paku atau pasang pake kawat lagi kalau kita sudah bersihkan,” ujarnya.

Hal tersebut kata Ferdy, menjadi kendala utama yang dialami oleh pihak DLH kota Makassar.

Baca Juga : Terima Kunjungan ARM, Warga Bajeng Pastikan Dukung Pemimpin Gowa Khatam Birokrasi

Ferdy juga mengingatkan ada Perwali nomor 71 Tahun 2019 terkait aturan tentang penataan dan pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Makassar.

Dalam perwal, jelas disebutkan tidak menggunakan pohon penghijauan kota sebagai media sosialisasi atau kampanye, namun pemilik kepentingan terkesan cuek.

“Kadang biar sosialisasi mereka tetap pasang, terus kalau ditegur katanya baru tahu, itu terus berulang,” ujarnya.

Baca Juga : Flashback Pertarungan Jelang Pilkada, Begini Kata Pengamat tentang King Maker Politik di Sulsel

Ferdy melanjutkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi baik sosial media, hingga pertemuan dalam forum diskusi.

‘Di sosial media itu kita masif ya, kita juga beberapa kali melakukan diskusi terkait larangan pohon sebagai media kampanye, tapi hingga kini belum ada kesadaran,” tandasnya.

(NURSINTA)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda