HARIAN.NEWS, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa secara resmi menyatakan kesiapannya menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen ini diwujudkan dalam Pencanangan Komitmen Bersama dan Apel Siaga yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Jumat (12/6).
Momentum ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi akurat yang akan menjadi fondasi kebijakan pembangunan daerah ke depan .
Baca Juga : Bupati Gowa Keluar dari Sidang Hak Angket Setelah Permintaan Ditolak Pansus
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda statistik, melainkan instrumen vital bagi pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi ekonomi yang dinamis, terutama pasca-pandemi, menuntut kebijakan yang berbasis fakta lapangan, bukan sekadar perkiraan .
“Respons kami sangat serius. Sensus ini berguna untuk melihat kondisi ekonomi Kabupaten Gowa secara menyeluruh. Tantangan ekonomi hari ini berbeda dengan sepuluh tahun lalu, sehingga kita harus berbicara dengan angka dan fakta nyata,” ujar Bupati Sitti Husniah dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/6/2026) .
Mendata Ekonomi Bayangan dan UMKM Digital
Baca Juga : Bupati Husniah: LP2B Jadi Fondasi Investasi dan Ketahanan Pangan
Salah satu terobosan dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah fokus pada pelacakan shadow economy atau ekonomi bayangan. Bupati Sitti Husniah menjelaskan, aktivitas ekonomi yang tidak terlihat secara fisik namun memiliki perputaran uang riil, seperti online shop rumahan, content creator, YouTuber, dan freelancer digital, akan menjadi sasaran pendataan .
Kabupaten Gowa saat ini memiliki lebih dari 65 ribu UMKM yang tersebar di 18 kecamatan. Sebagian besar pelaku usaha ini bergerak di ranah non-formal dan digital. Jika tidak terdata, kontribusi ekonomi riil Gowa dikhawatirkan akan tampak lebih kecil dari aslinya. Akibatnya, daerah berpotensi kehilangan akses terhadap program bantuan, pelatihan digital, atau insentif UMKM dari pemerintah pusat .
“Jika para pelaku ekonomi baru ini tidak terdata, kontribusi ekonomi riil Kabupaten Gowa akan terlihat jauh lebih kecil. Dampaknya merugikan daerah karena kita kehilangan potensi bantuan dan regulasi,” tegasnya .
Baca Juga : Pemkab Gowa Beri Lampu Hijau, DPD Wahdah Islamiyah Siap ke Muktamar V Jakarta
777 Petugas Door to Door, Libatkan Aparat Kecamatan
Pelaksanaan sensus di lapangan akan melibatkan 777 petugas yang direkrut dari masyarakat setempat. Strategi ini diambil untuk meminimalisir kendala geografis di wilayah seluas 1.833 kilometer persegi yang memiliki karakteristik masyarakat beragam .
Kepala BPS Kabupaten Gowa, Joko Siswanto, menjelaskan bahwa pendataan akan dilakukan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas akan mendatangi rumah tangga hingga unit usaha.
Baca Juga : Dukungan Tokoh Agama Mengalir untuk Bupati Gowa Husniah Talenrang
“Kami merekrut petugas dari masyarakat setempat sehingga mereka memahami karakteristik wilayahnya. Dengan begitu, kendala geografis dapat diminimalkan,” ujar Joko .
Untuk memastikan kelancaran, Bupati meminta para camat aktif memberikan pendampingan. Hal ini penting agar petugas dapat bekerja profesional dan ramah, serta masyarakat bersedia memberikan data yang dibutuhkan .***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
