HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Belum lama ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkapkan bahwa pemerintah sempat menerima sejumlah laporan kasus suspek penyakit cacar monyet (Mpox) di beberapa titik, termasuk Bali dan Jakarta.
Merespon penyakit Mpox yang kini mulai menjadi perhatian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin mengatakan, belum ada warga Makassar yang terindentifikasi cacar monyet.
Baca Juga : Lontara+ Belum Bisa Dibaca: Cerita Difabel Menanggung Sulitnya Akses Digital di Makassar
“Di Makassar sampai hari ini Alhamdulillah tidak ada (pasien terindikasi infeksi cacar monyet) dan semoga tidak ada,” terangnyq, Minggu (8/9/2024).
Meski begitu, dr Ida mengatakan, masyarakat harus tetap waspada terhadapat cacar monyet. Disarankan untukĀ selalu hidup bersih.
“Mulailah dengan hidup bersih, dan peka terhadap apa yang dialami oleh diri sendiri, dan orng sekitar, lebih cepat di melapor ke pihak kesehatan akan lebih baik untuk diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Baca Juga : Tekuk Wakil Kaltim 1-0, Superteam Juara Superco Superfest 2026
dr Ida menjelaskan, cacar monyet adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus langka dari hewan (zoonosis) atau lebih umum disebut sebagai virus monkeypox.
Penyakit ini ditemukan pertama kali pada tahun 1970 di Kongi, Afrika Selatan. Penyebutan cacar monyet dikarenakan monyet merupakan inang utama dari virus monkeypox.
“Penyakit ini dapat tertular melalui kontak langsung dengan luka yang terkontaminasi virus, droplet, dan cairan tubuh (saat batuk atau bersin),”
Baca Juga : Ramaikan Superco Superfest 2026, 720 Anak Unjuk Skill Bola di Makassar
“Kalau penularan dari hewan ke manusia bisa terjadi lewat gigitan hewan, kontak langsung dengan atau kulit hewan, atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus,” tambahnya.
Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang terinfeksi, atau hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai.
“Itu cara-cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghindari dari cacar monyet,” tutupnya.
Baca Juga : Rektor Unismuh Makassar Dorong Masyarakat Bersiap Hadapi Krisis Air
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
