Logo Harian.news

Cara STIKS Tamalanrea Berdayakan Tetangga Dirangkaikan Berbagi Warga Binaan

Editor : Redaksi Sabtu, 06 April 2024 12:16
Foto bersama warga binaan, Jumat (5/4).
Foto bersama warga binaan, Jumat (5/4).

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar yang beralamat di Jl Amanagappa (belakang Monumen Mandala) mengadakan buka puasa bersama (bukber) dengan mengundang warga sekitar, Jumat (5/4/2024).

Ketua STIKS Makassar, Prof. Muh Akbar dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi dapat berbuka puasa bersama dengan tetangga sekitar kampus STIKS.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan terkhusus warga sekitar. Saya memohon maaf mungkin selama proses ada terjadi ganguan. Ini pertama kami (bukber) bersama masyarakat, sebagai warga baru saya ingin memanfaatkan acara ini untuk perkenalan Ketua STIKS sudah berganti dan saya diberi amanah oleh yayasan,” kata Prof Muh Akbar.

Baca Juga : Natal 2025, Pemerintah Beri Remisi Khusus untuk 16.078 Warga Binaan Kristen dan Katolik

Ketua ASPIKOM Sulsel ini juga menyampaikan STIKS pengalihan dari yayasan lama ke Yayasan Panrita Makassar Insani (YPMI) yang dipimpin oleh Dr. Syamsu Rizal MI atau Deng Ical.

“Alhamdulillah terima kasih dukungan warga, ini menjadi semacam syukuran kecil. Sebelum dilantik dan sudah dilantik. Sekaligus membuat STIKS lebih maju kedepan,” kata Prof Akbar.

Baca Juga : Ka. Prodi Apresiasi Tiga Alumni UIT yang Terpilih sebagai Pengurus ISKI Sulsel

“Kerjasama tidak terbatas disini, STIKS memiliki visi untuk kesejahteraan sosial. Seluruh warga kami berharap anak anaknya dititip sekolah di STIKS dengan fasilitas beasiswa. Khusus warga sekitar beasiswata’ nanti beliau (Deng Ical) berikan beasiswa,” sambungnya dengan senyum khas Bang Ompe (sapaan Prof Akbar).

Karena, kata dia, bagaimanapun sekolah itu membutuhkan biaya operasional dalam mendukung dan menunjang program.

Ketua Yayasan PMI, Dr. Syamsu Rizal MI.

Baca Juga : Karutan Sinjai Benarkan WBP Melarikan Diri

Sementara itu Ketua YPMI Dr. Syamsu Rizal MI memberikan tausiah bahwa kita dianjurkan untuk berbuat baik kepada tetangga.

Dalam konteks STIKS, harus mempersiapkan diri melakukan yang bermanfaat salahsatunya sekolah ini mendidik anak dari tetangga kita.

“Menghormati tetangga kita adalah idolah. Kita semuanya punya kesempatan relatif sama untuk mempersiapkan diri menjadi terbaik, karena hari kiamat tidak mungkin dihindari. Apapun tugas jabatan tingkat pendidikan, miskin, kaya masing masing mempertanggungjawabkan,” tuturnya.

Baca Juga : Aktivis Laksus Desak Kanwil Evaluasi Lapas Bollangi Sungguminasa

“Dalam konteks dunia dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan bilang tidak ada satupun negara bila manusia tanpa bekerjasama dengan tetangga dan rukun, kita tidak bisa kerja sendiri kalau tidak bekerjasama teman dan tetangga,” sambungnya.

“Rasulullah bilang saling menyangi antar sesama tetangga. Itu kewajiban harus saling menjaga. Seperti saat ini relawan yang tidak sanggup keluarkan gocek (dana) terlalu dalam kita sekolahkan disini,” lanjutnya mengakhiri tausiah.

Dalam momentum ini juga STIKS diperkenalkan menjadi Intitut Sosial dan Kemanusiaan Indonesia atau diberi nama ISKI dan telah terakreditasi B oleh BAN PT.

Program studi di STIKS Ilmu Kesejahteraan Sosial, Sistem dan Teknologi Informasi, Kewirausahaan, dan Pendidikan Masyarakat konsentrasi Pemerintahan Desa dan Mitigasi Bencana.

BEM STIKS Berbagi

Acara ini ditutup dengan penyerahan paket kepada warga binaan Akal dari BEM STIKS dari Miraseruni. Dengan total 35 orang dan anak binaan.

“Yang selama ini kami (BEM) melakukan pembinaan seperti pendidikan, kewirausahaan, dan pendampingan seni,” kata Ketua BEM STIKS Alif Nur Muhammad.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda