HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Malam ke-14 Ramadan, di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar menyampaikan ceramah tarawih. Dalam kesempatan tersebut Taruna mengupas mukjizat puasa dari perspektif neurosains.
Dalam ceramahnya, Taruna menjelaskan bagaimana puasa memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan otak dan tubuh manusia.
Baca Juga : Menuju Indonesia Sehat, Taruna Ikrar Perkenalkan Era Living Medicine dan Perkuat Sinergi BPOM-Dokter Umum
“Berdasarkan penelitian ilmiah, puasa mampu merangsang produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan penting dalam regenerasi sel otak dan meningkatkan fungsi kognitif,” ujar Taruna, Kamis (13/3/2025).
Hal tersebut, kata Taruna, sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Baca Juga : Taruna Ikrar Pastikan Akses Obat Tetap Terjaga, Pengawasan Jadi Prioritas
Menurut Prof. Taruna, ayat ini tidak hanya menegaskan perintah puasa, tetapi juga menyoroti hikmah di baliknya, yaitu peningkatan ketakwaan.
“Dari sisi neurosains, puasa terbukti dapat memperkuat self-control, meningkatkan neuroplasticity, dan mengurangi stres oksidatif yang berkontribusi terhadap penuaan dini dan berbagai penyakit neurodegeneratif,” ujarnya.
“Puasa bukan sekadar ibadah spiritual, tetapi juga memberikan efek luar biasa pada sistem saraf kita. Saat berpuasa, tubuh memasuki fase ketogenesis, di mana lemak diubah menjadi energi, sehingga mengurangi stres oksidatif dan memperbaiki fungsi otak,” ungkap Taruna di hadapan jamaah yang hadir.
Baca Juga : BPOM dan Kemenpar Bersinergi, Taruna Ikrar Dorong Desa Wisata Jamu Jadi Destinasi Kesehatan Dunia
Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa puasa dapat membantu mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, puasa juga berperan dalam menyeimbangkan hormon, meningkatkan daya ingat, dan mengendalikan emosi, yang pada akhirnya memperkuat ketakwaan seseorang.
Allah juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 184:
“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)
Baca Juga : Komisi VII DPR RI Apresiasi Taruna Ikrar Kepala BPOM, Kawal Air Minum Dalam Kemasan Aman Tembus Pasar Global
Ayat ini semakin menegaskan bahwa manfaat puasa bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga memberikan dampak positif secara fisik dan mental, sebagaimana yang telah dibuktikan dalam berbagai penelitian ilmiah.
Acara yang dihadiri ratusan jamaah ini mendapat respons antusias dari masyarakat. Banyak di antara mereka yang mengaku semakin termotivasi untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk, tidak hanya sebagai bentuk ketundukan kepada Allah, tetapi juga sebagai ikhtiar untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh.
Masjid Al-Markaz Al-Islami, sebagai salah satu ikon dakwah di Makassar, secara rutin menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif untuk menyampaikan kajian keislaman berbasis ilmu pengetahuan. Kehadiran Prof. Taruna Ikrar kali ini semakin menegaskan bahwa Islam dan sains bukanlah dua hal yang bertentangan, tetapi justru saling menguatkan.
Di akhir ceramahnya, Prof. Taruna berpesan untuk menjadikan puasa sebagai momentum untuk mengasah ketahanan mental dan spiritual.
“Dengan memahami manfaatnya dari sisi ilmu pengetahuan, kita semakin yakin bahwa setiap perintah Allah pasti membawa kebaikan bagi manusia.” pungkas Taruna.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
