Logo Harian.news

Cerita Zubair, Caleg DPRD Gowa dari PKB Kehilangan Helm di Kantor Dukcapil Gowa

Editor : REDAKSI I Jumat, 12 Januari 2024 01:12
Kantor Dukcapil Gowa, Jl Tumanurung Raya.
Kantor Dukcapil Gowa, Jl Tumanurung Raya.

HARIAN.NEWS, GOWA – Zubair Dg Sijaya, Caleg DPRD Kabupaten Gowa Dapil Barombong-Pallangga, terpaksa pulang dari Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Gowa dengan situsi yang kurang mengenakan.

Baru saja mengurus berkas kependudukan dari warga, Caleg PKB Gowa nomor urut dua ini malah kehilangan helm yang di parkiran Kantor Dukcapil Gowa, Kamis (11/1/2024).

Sekitar Pukul 13.30 Wita, Zubair masuk ke Kantor Dukcapil di dekat Gedung Haji Bate Gowa, untuk membantu pengurusan beberapa berkas akte kelahiran warga.

Baca Juga : Lima Nama Unik Versi Dukcapil, Ada Selamat Idul Fitri Hingga Susah Senang

Zubair Dg Sijaya saat kampanye di desanya.

Hanya berselang 30 menit urusan berkas selesai dan bergegas kembali. Sesampainya di parkiran helm yang disimpan di motor sudah hilang.

“Helm bagus. Saya sempat bertanya di sekitar betul hilang. Mereka juga kaget sudah lama parkiran disini barusan kejadian kehilangan helm,” kata Dg Sijaya kepada Harian.news di salahsatu warkop di Makassar.

Baca Juga : Jemput Bola, Tim GISA Dukcapil Tiba di Papua

“Jadi kesini (Makassar) tidak pakai helm?,” tanya wartawan harian.news ke Dg Sijaya. “Sudah beli helm. Memang helm yang dicuri itu harga 500 ribuan,” sambung Dg Sijaya dengan senyuman khasnya.

Meski demikian, kehilangan helm tidak begitu di permasalahkannya, karena kejadiannya sudah terjadi dan tidak diketahui siapa yang mengambil.

Namun Dg Sijaya justru menyoroti sistem yang ada di Dukcapil Gowa yang kurang maksimal. Di ceritakan karena sudah sering mengurus di dalam sehingga sudah dikenal.

“Saya datang orang kelihatan setengah mati berkerumun antri. Kalau saya sudah terbiasa bantu warga urus berkasnya saya langsung temui Pak Kadis,” bebernya.

“Jadi bagaimana orang lain yang tidak punya kenalan, itu saya liat sendiri berkerumun antri,” katanya.

“Sampai ada saya dapat warga bernama Syamsuddin Dg Ngawing sudah dua hari mengurus berkasnya tapi belum kelar,” bebernya.

“Pas saya tanyakan ternyata dia (Dg Ngawing) dapat informasi pembuatan KTP yang dia urus harus online. Sementara ini orang tua, tidak mengerti apa itu online. Tapi setelah saya bantu akhirnya selesai. Harusnya ini jadi catatan kenapa tidak ada staf yang arahkan,” ungkap dia.

Menurutnya dengan layanan seperti berpotensi menumbuhkan calo-calo yang akan dimanfaatkan warga namun dengan tarif.

“Perlu disoroti agar pelayanan makin bagus. Warga tidak lagi lama seperti kasus Dg Ngawing harus dua hari urus berkasnya,” tutup Zubair yang juga mantan staf Eks Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI.

Kantor Dukcapil Gowa, Jl Tumanurung Raya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda