Citizen Reporter: Desviana
Mahasiswi UIN Alauddin Makassar
Melaporkan dari Samata, Gowa
HARIAN.NEWS – Di tengah panasnya matahari di siang hari saat ini, minuman dingin menjadi daya tarik guna melepas dahaga.
Salahsatu minuman yang murah meriah yang digemari yakni es teh, yang saat ini menjadi minuman favorit mahasiswa.
Baca Juga : UIN Alauddin Makassar Tancap Gas di Raker 2026, Bidik Keunggulan 2027
Selain harga yang murah, es teh juga memiliki ukuran besar yang mampu menghilangkan dahaga. Hal ini dikatakan Syahidah, mahasiswa yang sementara menuntut Ilmu di Kampus II UIN Alauddin Makassar (UINAM), Desa Samata, Kabupaten Gowa.
“Saya sangat menyukai es teh, apalagi sekarang disekitaran kampus itu sudah banyak penjual es teh dengan harga terjangkau mulai dari empat ribu,” ujarnya.
Cuaca terik yang telah terjadi membuat beberapa pedagang menjual es teh, ada sekitar 15 penjual es teh di sekitaran Kampus II UIN Alauddin Makassar. Es teh yang mereka jual bisa ludes hingga ratusan porsi, Hal ini diungkapkan oleh pedagang Sitti Nurhidayah.
Baca Juga : Mahasiswa KPI UIN Alauddin Belajar Jurnalistik TV di Kompas TV Makassar
“Mungkin ada lebih 500 mahasiswa yang beli setiap harinya. Penghasilan sebenarnya tidak tentu ya, karena kan hari Sabtu-Minggu kita libur. Standar sih kita bisa habis dalam sehari 1000 cup, jadi bisa empat jutaan lah,” ujarnya.
Sitti Nurhidayah juga mengungkapkan bahwa jualannya laris manis karena pergantian cuaca.
“Saya buka pas puasa tahun kemarin, waktu itu antara musim hujan dan musim kemarau jadi belum terlalu banyak pembeli. Setelah mahasiswa masuk kuliah dan pas musim kemarau mulaimi ramai,” ungkapnya.
Baca Juga : Mahasiswa KPI UIN Alauddin Belajar Langsung Jurnalistik di TVRI Sulsel
Es Teh Jumbo Altezzaa adalah nama jualan Sitti Nurhidayah, es tehnya termasuk yang paling sering dikunjungi oleh mahasiswa. Pemilik es teh itu mengungkapkan bahwa teh yang dipakai diambil langsung dari Solo.
“Ini tehnya langsung dari Solo. Karena saya memang orang sana. Saya berdomisili di sini karena ikut dengan suami tapi anak saya masih di sana dan kuliah di Jogja,” ujar pemilik es teh itu.
Baca Juga : AI dan Dakwah: Prof. Nurhidayat Dorong Pemanfaatan Teknologi dengan Etika Islam
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
