Logo Harian.news

Dari Podium UNSW, Kampus Terbaik Australia, Taruna Ikrar Kobarkan Asa Indonesia Memimpin Inovasi Kesehatan Dunia

Editor : Redaksi Sabtu, 23 Agustus 2025 07:45
Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar. Dok
Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar. Dok
APERSI

HARIAN.NEWS, AUSTRALIA – Universitas New South Wales (UNSW), kampus terbaik di Australia versi QS World University Rankings dan CWUR 2025, menjadi panggung bagi Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Ikrar menegaskan keyakinan bahwa Indonesia berpotensi tampil sebagai pusat inovasi bioteknologi dunia.

Baca Juga : Taruna Ikrar: Capaian WLA BPOM Jadi Magnet Investasi Sektor Kesehatan Global

Di hadapan rektor, dekan, peneliti, serta mahasiswa internasional, ia menyoroti kekuatan Indonesia: sumber daya manusia kreatif, biodiversitas melimpah, serta komitmen pemerintah pada regulasi dan riset.

“Ini bukan sekadar mimpi. Dengan regulasi progresif, investasi riset, dan kolaborasi internasional, Indonesia bisa menjadi pusat inovasi bioteknologi dunia,” tegas Prof. Ikrar, peneliti dengan lima publikasi di jurnal Nature.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya tantangan besar, seperti keterbatasan pembiayaan, kesiapan industri, dan perlunya regulasi yang terus diperkuat.

Baca Juga : Dibawah Kepemimpinan Taruna Ikrar, BPOM RI Perkuat Kolaborasi Global dengan A*STAR dalam Terapi Gen dan Sel

Diplomasi Kesehatan Indonesia–Australia

Momentum kuliah umum ini bertepatan dengan penandatanganan Subsidiary Arrangement Program Australia–Indonesia Partnership for Health Transformation (KITA SEHAT), senilai AUD 100 juta. Program delapan tahun ini difokuskan pada penguatan layanan kesehatan primer, percepatan penanganan stunting, pengembangan tenaga kesehatan, dan keamanan kesehatan. Penandatanganan disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy serta Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly.

Harapan untuk Generasi Emas

Baca Juga : Taruna Ikrar Terima Penghargaan atas Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan dari GP Farmasi Indonesia

Prof. Ikrar menekankan bahwa bioteknologi bukan hanya soal industri, tetapi tentang menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup.

“Ketika kita bicara bioteknologi, sejatinya kita bicara tentang harapan. Harapan agar anak-anak tumbuh sehat, generasi emas 2045 tangguh, dan Indonesia berdiri sejajar bahkan memimpin dunia,” pungkasnya, disambut tepuk tangan panjang hadirin.

 

Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa BPOM Masuk 6 Besar Nasional IKD ASN, Tata Kelola SDM Berbasis Data Makin Kuat

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda