HARIAN.NEWS, JENEPONTO – Proyek pembangunan kantor Lurah Tolo Barat diduga terbengkalai. Hal ini terlihat dari proyek yang dianggarkan sejak 2022 ini tak kunjung selesai, bahkan beberapa bagian bangunan yang telah berdiri kini telah roboh.
Dikonfirmasi terkiat hal ini, Lurah Tolo Barat Muh Jafar mengatakan proyek tersebut bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Cipta Karya kabupaten Jeneponto.
Baca Juga : Dukung Fasilitas Ibadah, Pegadaian Bantu Pembangunan Masjid di Jeneponto
“Anggarannya sekitar 171 Juta kalau tidak salah ingat, kalau pekerjanya saya tidak ketahui karena bukan orang lokal yang kerja,” katanya saat dihubungi harian.news, Kamis (1/2/2024).
Jafar menyebut, pada dasarnya pihaknya sudah mewanti-wanti pembangunan tersebut sejak awal, sebab model pekerjaannya di lapangan memang tidak sesuai SOP pembangunan pada umumnya.
“Seperti dibangun tanpa ada kuseng dinding, maka saya juga yakin pasti akan roboh. Apa lagi pada waktu itu dikerjakan saat akan menghadapi musim hujan,” kata Jafar menyayangkan.
Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Jeneponto dan Takalar Bahas Teknis Pelaporan Program Strategis Nasional
Pihaknya juga berharap agar pembangunan ini di tuntaskan tahun ini, karena selama ini jajaran Lurah Tolo Barat hanya berkantor di rumah warga, di lingkungan Bontoloe.
“Namun, Saya dapat bocoran akan dilanjutkan pembangunan kantor untuk tahun ini, saya berharap kepada Pemerintah Daerah Jeneponto untuk bisa memprioritaskan hal ini agar sudah bisa digunakan tahun ini,” ujarnya.
Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

