Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Gowa Muhammmad Fajaruddin menyampaikan, panen raya jagung ini di lahan seluas 25 hektare. Dan hari ini mulai di panen dua hektare.
Sedangkan luasan keseluruhann lahan untuk penanaman jagung di Gowa, kata dia, sekitar 53 hektare dengan hasil produksi rata-rata 6,74 per hektare tahun 2024. Sementara tahun 2025 mengalami kenaikan produksi, Subround I rata-rata 10,7 ton per hektare, dan Subround II mencapai 11 ton per hektare.
“Kita berharap panen jagung hari diterima pasar, serta peran Bulog untuk mengambil langsung di masyarakat. Sesuai dengan harga pemerintah padi dan jagung mulai diambil Bulog. Sama dengan jagung ini, kita berharap harga pemerintah itu Rp5.500 dan bisa diambil Bulog, itu harapan kita kedepan,” paparnya optimis. Panen raya jagung tersebut juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) camat, lurah, para petani serta undangan lainnya.
Baca Juga : Gowa Menjadi Kediaman Empat Naga Politik Sulsel
Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan akan fokus mengembangkan Komoditas Padi dan Jagung menjadi skala prioritas, ” Saya bersama Bupati Gowa Husniah Talenrang bertekad menjadikan produksi padi di Gowa mampu melebihi prestasi Kabupaten Sidrap dan komoditad jagung juga mampu melampaui Kabupaten Jeneponto, semua syarat meraih itu terus kita benahi,” Kunci Darmawansyah Muin sebelum meninggalkan lokasi panen di Bontonompo. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
