Logo Harian.news

Donald Trump Cabut Izin Harvard Terima Mahasiswa Asing

Editor : Rasdianah Jumat, 23 Mei 2025 17:20
Donald Trump menyampaikan orasi pertama usai dilantik sebagai Presiden AS untuk masa jabatan kedua di Rotunda Capitol, dikelilingi tokoh dunia dan pejabat AS ||tangkaplayar_watchlive
Donald Trump menyampaikan orasi pertama usai dilantik sebagai Presiden AS untuk masa jabatan kedua di Rotunda Capitol, dikelilingi tokoh dunia dan pejabat AS ||tangkaplayar_watchlive

HARIAN.NEWS – Pemerintahan Donald Trump membuat kebijakan baru dengan mencabut izin Universitas Harvard menerima mahasiswa asing, Kamis (22/5/2025). Tindakan itu menuai kecaman dari Harvard.

Dalam pernyataan resminya Harvard menyebut langkah Pemerintah AS melanggar hukum. Harvard kemudian menyebut larangan itu melukai seluruh negara.

Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa Nama Indonesia di Forum Global Harvard Medical School

Sejak kembali berkuasa pada awal 2025 ini Trump terlibat perseteruan dengan kampus yang melahirkan 162 pemenang nobel itu.

Ketegangan disebabkan Harvard menolak taat atas pengawasan pemerintah terhadap penerimaan dan perekrutan mahasiswa.

Trump bahkan menuding Harvard sebagai kampus sarang anti-semit.

Baca Juga : Presiden Prabowo Pamerkan MBG di Swiss

Dengan larangan menerima mahasiswa asing, Harvard akan kehilangan proporsi finansial besar. Pelarangan itu juga akan menyebabkan biaya kuliah sebesar puluhan USD pada setiap tahunnya dibebankan pada mahasiswa.

Adapun pengumuman larangan menerima mahasiswa asing diumumkan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem.

“Segera berlaku, sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVIS) Universitas Harvard dicabut,” kata Noem seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Tarif 19 Persen dengan Berbagai Syarat dari As

Sesaat setelah pengumuman Noem, Kampus Harvard menegaskan tidak akan tunduk pada larangan yang menurutnya melanggar hukum.

“Kami berkomitmen penuh untuk mempertahankan kemampuan Harvard dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional kami,” kata Harvard.

Harvard menambahkan bahwa pihaknya berupaya menawarkan bimbingan dan dukungan kepada mahasiswa asing.

Baca Juga : Donald Trump Ancam Tarif Tambahan ke Negara BRICS, Deng Ical: Jangan Ganggu Prinsip Non-Blok

“Tindakan pembalasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami, serta merusak misi akademik dan penelitian Harvard,” tegas Harvard.

Menurut data Universitas Harvard sebanyak 27 persen mahasiswa belajar di kampusnya berasal dari luar negeri. Data itu berdasarkan perhitungan tahun ajaran 2024-2025.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda