Logo Harian.news

Figur Lama dan Baru di Pilwalkot Makassar, Pengamat: Semua Kekuatan Sama, Appi dan Indira Sekalipun

Editor : Rasdianah Kamis, 04 Juli 2024 14:36
Pengamat Politik Ali Armunanto. Foto: dok pribadi
Pengamat Politik Ali Armunanto. Foto: dok pribadi
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemilihan Wali Kota Makassar (Pilwalkot) Makassar 27 November 2024 semakin dekat, sejumlah figur lama dan baru perlahan mulai menunjukkan strategi politik.

Figur lama yang bertarung dalam Pilwalkot Makassar seperti Munafri Arifuddin alias Appi, Rusdin Abdullah alias Rudal, Abdul Rahman Bando (ARB), Adi Rasyid Ali dan kader PKS Sri Rahmi.

Baca Juga : Dari Lorong ke Ketahanan Pangan, Urban Farming Terus Diperluas di Makassar

Sedangkan, figur baru di antaranya istri Wali Kota Makassar Indira Jusuf Ismail, Ketua Partai PKB Azhar Arsyad, Muhammad Amri Arsyid, mantan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA), dan dari kalangan birokrasi ada nama Irwan Adnan Mantan Kepala Bapenda Makassar, juga ada nama Ahmad Susanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua KONI Makassar. Dan terakhir yang muncul yakni Legislator Golkar Rahman Pina yang juga mencoba peruntungan di Makassar.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto mengatakan, figur lama dan baru yang muncul dalam Pilwalkot Makassar memiliki kekuatan yang sama.

“Saya rasa peluangnya hampir sama, karena ini memang tidak ada incumbent lalu kemudian kekuatan figurnya masih sama kuat walupun hasil survei menunjukkan urutan teratas,” jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Berharap New Makassar Mall Kembali Bangkit

Katanya, hasil survei empat lembaga yang mengunggulkan Appi bersifat residu karena figurnya pernah beberapa kali maju dalam Pilwalkot Makassar

“Tapi itu sifatnya masih residu, artinya itu Appi ada di top of minenya pemilih karena dia calon kemarin,” terangnya.

Jika semua calon melakukan sosialisasi dengan intens dan tritmen politik yang dibutuhkan, maka posisi kekuatan hingga kans yang akan berubah.

Baca Juga : Appi Targetkan 180 Hari, Makassar Beralih ke Sanitary Landfill

“Saya melihat banyak sekali kandidat yang cukup potensial yang bisa kemudian punya peluang untuk mau meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya,” katanya.

“Tapi itu semua kembali bagakmana management kampanye mereka, bagaimana marketing politik yang mereka lakukan,” tambahnya.

Saat ini kata Ali, belum ada figur yang menonjol karena tidak ada Parpol mengumumkan kandidatnya termasuk Indira Jusuf Ismail.

Baca Juga : Pemkot Makassar Akan “Sulap” TPA Antang Tahun Ini

Meski back politik Indira adalah seorang Wali Kota Makassar, figurnya belum mendapatkan respons tinggi dari warga.

“Untuk saat ini tidak ada yang terlalu menonjol. Termasuk Indira, Saya rasa respons pabliknya belum terlalu bagus, walaupun backup politiknya itu Danny Pomanto,” jelasnya

Ia menilai, jaringan Danny Pomanto dalam konteks politik tidak bisa mempengaruhi, diarahkan atau diwariskan seluruhnya kepada istrinya.

“Itu bisa dilihat di Pileg kemarin, dr udin juga tidak hebat-hebat banget, pemilih kitakan tidak langsung menerima instruksi, mereka juga punya jaringan dan menyaring,” ujarnya.

Pilwalkot Makassar 2024 akan ditentukan oleh bagaimana strategi kampanye dan kematangan, apalagi dilihat dari sisi yang tidak menjawab lebih besar dibandingkan presentase yang pada lembang survei yang telah mengeluarkan hasilnya.

“Artinya belum ada presentasi yang jelas terbentuk di publik,” tandasnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda