HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Kisah pernikahan kembar tiga bersaudara asal Makassar, Fadly, Kifly, dan Ahmad, yang sempat viral di media sosial, kini resmi diangkat ke layar lebar melalui film komedi romantis “Jodoh 3 Bujang”.
Film ini merupakan produksi kolaborasi Starvision dan Rhaya Flicks, disutradarai oleh sineas asal Makassar, Arfan Sabran.
Baca Juga : Resmi Dibuka, Taro Waterpark Makassar Tawarkan Wisata Edukasi Anak
Cerita film ini diadaptasi langsung dari kisah nyata yang sebelumnya juga sempat dijadikan film dokumenter. Dalam film, ketiga tokoh tetap menggunakan nama asli mereka.
Alur utama mengikuti perjuangan Fadly, yang harus menemukan pasangan hidup dalam waktu singkat untuk memenuhi permintaan orang tua agar menikah bersamaan dengan kedua adiknya demi efisiensi biaya adat.
Hj. Hamira, ibu dari ketiga tokoh asli, mengatakan bahwa film ini menggambarkan banyak peristiwa nyata secara akurat.
Baca Juga : Trotoar Makassar Belum Inklusif, Dikuasai PKL dan Parkir Liar
Ia menyebut salah satu adegan, di mana dirinya menjodohkan Fadly dengan anak temannya melalui foto lama sebagai adegan yang benar-benar terjadi.
“Waktu itu saya sampai menangis tiap hari karena dua anak sudah siap nikah, tapi Fadly belum. Saya coba jodohkan dengan anak teman, tapi dia menolak karena foto yang saya tunjukkan ternyata sudah 10 tahun lalu,” kata Hj. Hamira, dikutip Kamis (17/07/2025).
Film ini juga menampilkan adat dan tradisi pernikahan Bugis-Makassar, termasuk penggunaan uang panai sebagai mas kawin.
Baca Juga : RMC Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan di Makassar, Siapkan Standar International hingga Promo Menarik
Hj. Hamira menjelaskan bahwa uang panai kadang digunakan bukan hanya untuk melamar, tetapi juga sebagai cara menolak lamaran secara halus.
Film Jodoh 3 Bujang dibintangi oleh Jourdy Pranata, Christoffer Nelwan, Rey Bong, Maizura, Barbie Arzetta, serta aktor-aktor ternama lainnya seperti Cut Mini, Nugie, dan Musdalifah Basri. Sejak dirilis, film ini telah ditonton lebih dari 525 ribu orang di seluruh Indonesia.
Produser Chand Parwez Servia menyebut bahwa film ini adalah bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal yang dikemas dalam format komedi romantis yang ringan namun tetap menyentuh. Film ini saat ini tayang di bioskop nasional.
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Pemenang Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Juara
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

