Logo Harian.news

Gelar Aksi di Depan Kejati Sulsel, Puluhan Mahasiswa Minta Pengusutan ‘Fee’ Proyek Pengaspalan KIPA

Editor : Rasdianah Senin, 24 Juni 2024 21:48
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel (AGMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (24/6/2024). Foto: dok
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel (AGMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (24/6/2024). Foto: dok

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel (AGMS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (24/6/2024).

Para mahasiswa ini, melakukan aksinya di depan Kantor Kejati Sulsel, meminta penegak hukum mengusut dugaan korupsi adanya pemberian fee pada proyek pengaspalan Kawasan Industri Palopo (KIPA) dengan pihak Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel menduga terdapat permintaan fee sebesar Rp 500 juta secara bertahap. Masing-masing Rp250 juta sebanyak dua kali. Pemberian fee itu, diberikan pihak kontraktor dengan penerima di Jl Rambutan, Kota Palopo.

Baca Juga : Untung Rugi Putra Mahkota di Pilkada Sulsel

“Pemberian fee itu, sebagai bentuk komitmen untuk melaksanakan kontrak pekerjaan proyek dan pelaksanaan proyek tersebut.” kata Jenderal Lapangan Alamsyah saat menyampaikan aksinya di depan Kantor Kejati Sulsel.

Oleh karena itu, Alamsyah meminta Kejati Sulsel untuk segera melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat berinisial HT, HR, dan FKJ.

“Kami juga meminta Kejati melakukan investigasi lebih lanjut mengenai laporan harta kekayaan terhadap pejabat negara, FKJ. Kami juga meminta Kejati mengambil tindakan hukum tegas dan transparan untuk penegakan keadilan,” tegas Alamsyah.

Baca Juga : Rawan Terjadi Kecurangan Pilkada, Bawaslu Beri Atensi 8 Kabupaten/Kota di Sulsel: Perketat Pengawasan

Sementara, Kasi Penkum Kejati Sulsel, Soetarmi, mengatakan, pihaknya mengapresiasi Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel yang sudah mendatangi Kantor Kejati Sulsel untuk menyampaikan ada dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Palopo.

“Kami sempat mendengarkan dari Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel adanya dugaan penerimaan fee oknum pejabat di Kota Palopo,” kata Soetarmi saat menerima aspirasi Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel di depan Kantor Kejati Sulsel.

Soetarmi mengaku, pihaknya akan mempelajari dugaan korupsi yang disampaikan Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel tersebut. Namun, ia meminta agar melaporkan langsung ke Kantor Kejati Sulsel yang ditujukan kepada pimpinan.

Baca Juga : Pengelolaan Dinilai Tidak Transparan, Kejati Sulsel Diminta Usut Dana Hibah Masjid Agung UINAM

“Tapi adanya dokumen yang diberikan kepada kami ini, akan saya laporkan kepada pimpinan. Nanti kami sampaikan kembali kepada Aliansi Gerakan Mahasiswa Sulsel tersebut,” terang Soetarmi.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda